Kawasan Bekas Lokalisasi Diubah Menjadi Pusat Seni Batik

TrubusNews
Thomas Aquinus
05 Mar 2019   18:00 WIB

Komentar
Kawasan Bekas Lokalisasi Diubah Menjadi Pusat Seni Batik

Ilustrasi membatik (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Kawasan Putat Jaya yang dulu terkenal sebagai lokalisasi, saat ini penampakannya telah berubah total. Di lokasi tersebut saat ini berdiri bermacam-macam berbagai macam jenis UKM (Usaha Kecil Menengah) seperti Batik salah satunya. Bahkan, di Gang VIII B telah berdiri pusat galeri seni batik.

Sebelumnya, kegiatan membatik di lokasi tersebut mulai dijalankan sejak tahun 2014. Warga sekitar mendapatkan binaan dari Dinas Perdagangan Pemerintah Kota Surabaya yang diperuntukkan untuk warga yang terdampak pembubaran lokalisasi Dolly. 

Seiring perkembangannya, respon masyarakat Surabaya ternyata sangat besar. Kunjungan dari akademisi dan wisatawan terus mengalir. Bahkan, tahun 2018 rumah kreatif Putat Jaya diuji cobakan menjadi rumah produksi batik warga setempat lewat batik cap. 

Baca Lainnya : Hebat, Yogyakarta Kembali Peroleh Penghargaan Kota Batik Dunia

“Akhirnya rumah batik ini dibuka untuk umum oleh Ibu Walikota. Ternyata bukan hanya membatik, sering dijadikan tempat penelitian,” kata Pembina Rumah Kreatif Batik, Mulyadi Gunawan, Senin (4/3).

Harga batik tulis di rumah kreatif Putat Jaya dibanderol dengan harga Rp250 ribu sampai Rp5 juta rupiah. Harga Rp1 juta dengan ukuran kain minimal 2,5 meter. Kain batik dengan harga Rp250 ribu punya panjang kain rata-rata 2 meter. 

Baca Lainnya : Darminto, Pelestari Tenun Gedog dan Batik Khas Tuban

Saat ini rumah kreatif Putat Jaya terdapat 10 macam motif untuk batik cap. Semua bertemakan Surabaya yang mengandung unsur daun semanggi, daun jarak, Tugu Palawan, patung Sura Baya dan sungai Kalimas. Batik cap kembali menjadi primadona konsumen, karena proses pengerjaannya cepat hanya memakan waktu satu minggu. Disinggung inovasi motif, pengrajin disana masih mempertahankan motif yang ada. 

“Kita masih memperkenalkan diri. Motif batik cap yang ada, masih digemari. Kalau ada yang baru, motif tetap bertema Surabaya,” pungkas lelaki yang akrab disapa Pengky itu. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Trubus Dorong Kemandirian Pangan Keluarga dengan Tabulampot

Pendampingan   08 Agu 2020 - 16:11 WIB
Bagikan:          

Babad Bina Swadaya, Awal Mula Berdirinya Bina Swadaya

Pendampingan   04 Agu 2020 - 15:15 WIB
Bagikan: