Kemenperin Dukung Sarung Menjadi "New Lifestyle"

TrubusNews
Thomas Aquinus
04 Mar 2019   06:00 WIB

Komentar
Kemenperin Dukung Sarung Menjadi "New Lifestyle"

Direktur Jenderal Industri, Kecil, Menengah dan Aneka (IKM) Kemenperin Gati Wibawanngsih (Foto : Dok Kemenperin)

Trubus.id -- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendukung kedepannya menggunakan sarung Indonesia sebagai new lifestyle. Hal tersebut diungkapkan Direktur Jenderal Industri, Kecil, Menengah dan Aneka (IKM) Kemenperin Gati Wibawanngsih saat mengunjungi acara Festival Sarung Indonesia 2019 yang digelar di Jakarta, Minggu (3/3). Dukungan ini melalui fasilitasi sejumlah pelaku industri kecil dan menengah (IKM) dari berbagai daerah untuk ambil bagian pada pameran kegiatan tersebut.

“Selain memamerkan kain sarung dari berbagai daerah, kami juga menampilkan video animasi pembuatan sarung tradisional dan tutorial penggunaan sarung sebagai new lifestyle. Selain itu, Kemenperin juga hadirkan perajin sarung dari Sragen dan Sumatera Barat untuk mendemokan proses pembuatan sarung,” kata Direktur Jenderal Industri, Kecil, Menengah dan Aneka (IKM) Kemenperin Gati Wibawanngsih ketika menghadiri acara Festival Sarung Indonesia 2019.

Menurut Gati, pada acara Sarung Festival ini, pihaknya ingin memberikan edukasi kepada masyarakat tentang proses pembuatan sarung dari mulai benang sampai dengan produk jadi dan cara penggunaannya dalam berbagai gaya. Apalagi, sarung merupakan salah satu busana khas Indonesia yang digunakan oleh masyarakat Indonesia dalam berbagai aktivitas.

Baca Lainnya : Kemenkop Bawa UKM Binaan Tampil di Festival Sarung Nasional

“Sarung telah digunakan oleh masyarakat Indonesia sejak zaman penjajahan dan menjadi identitas bangsa, penggunaannya untuk busana harian, ibadah, upacara keagamaan dan pesta,” katanya.

Gati menyatakan, Kemenperin mengangkat sarung sebagai new lifestyle agar pemanfaatan sarung dapat lebih luas dan fashionable. “Kami berharap penggunaan sarung oleh masyarakat semakin meningkat karena hal ini tentunya akan mendorong pertumbuhan industri tekstil dan khususnya industri sarung,” katanya.

Sarung sebagai new lifestyle adalah sebuah konsep yang menjadikan sarung sebagai sebuah produk fesyen yang tidak hanya digunakan saat beribadah, namun juga digunakan untuk kegiatan sehari-hari baik formal maupun informal, laki-laki maupun perempuan dengan berbagai gaya bebatan.

Baca Lainnya : Dorong Perekonomian Rakyat, 10.000 Peserta Ikuti Festival Sarung Tenun NTT

Untuk mewujudkan hal tersebut, Kemenperin menggandeng para desainer dan membuat tutorial cara penggunaan berbagai style sarung yang sudah bisa dilihat di laman Youtube dan media social: @ditjenikma.

Dirjen IKMA Kemenperin menyambut baik adanya acara Festival Sarung Indonesia atau Sarungfest yang digelar di Plaza Tenggara Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta.

“Kami sangat mengapresiasi acara Sarungfest yang menjadi event untuk mempromosikan sarung Indonesia dari berbagai daerah. Pada acara ini kami pun menampilkan sarung dari Donggala, Lampung, Sragen, Sumbawa, Sragen, Bali, Ende, dan Silungkang,” katanya.

Saat ini, Indonesia memiliki potensi industri sarung yang sangat besar. Industri sarung dibuat oleh industri skala kecil, menengah dan juga besar. Berdasarkan data Kemenperin, jumlah industri kecil dan menengah produsen sarung mencapai 16.152 unit usaha yang berlokasi di dalam maupun di luar sentra IKM. Jumlah sentra IKM yang memproduksi sarung sebanyak 389 yang tersebar di 17 Provinsi, seperti Aceh, Sumatera Barat, Jawa Barat, NTB, NTT dan Sulawesi Selatan. Sementara industri sarung skala besar sebanyak 45 unit usaha. [NN]

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Syarat Pengembangan Desa Pesisir Menjadi "Dewi Bahari"

Pendampingan   18 Mei 2020 - 13:21 WIB
Bagikan: