Koperasi Asal Bali Dinyatakan Lolos Sebagai Penyalur KUR

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
04 Mar 2019   10:00

Komentar
Koperasi Asal Bali Dinyatakan Lolos Sebagai Penyalur KUR

ilustrasi kegiatan koperasi (Foto : Trubus.id)

Trubus.id -- Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Yuana Sutyowati menyatakan, KSP Guna Prima Dana asal Badung, Bali, telah lolos seleksi sebagai penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dengan lolosnya KSP asal Bali tersebut, maka ada tiga koperasi yang dapat menyalurkan KUR pada para anggotanya, yaitu KSP Guna Prima Dana (Bali), Kopdit Obor Mas (Maumere, NTT), dan Kospin Jasa (Pekalongan). 

"Pemenuhan syarat kelengkapan sebagai penyalur KUR terbilang sangat cepat, yakni empat bulan. KSP Guna Prima Dana telah dinilai oleh tiga tim dari Deputi Pembiayaan, Deputi Kelembagaan, dan Deputi Pengawasan, sesuai dengan Keputusan Menteri Koperasi dan UKM Nomor 14/2016 tentang KSP sebagai penyalur KUR," ujar Yuana kepada wartawan di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Yuana mengungkapkan, KSP Guna Prima Dana sebagai koperasi primer kabupaten sudah lolos dari semua prosedur sebagai penyalur KUR, mempunyai melayani anggotanya dengan dana yang dimiliki interen koperasi yang disubsidi bunganya menjadi 7%.

"Tahun ini, KSP Guna Prima Dana akan mendapat plafon Rp8,5 miliar. Sebagai tahap awal, akan disalurkan KUR kepada 100 usaha mikro anggota koperasi sebesar Rp2,5 miliar," ujarnya.

Baca Lainnya : Darmin Nasution: Peroleh KUR, Nasabah Tidak Perlu Agunan

Yuana juga menekankan bahwa pihaknya ingin terus memunculkan koperasi sebagai penyalur KUR.

"Tidak harus besar, yang penting sehat likuiditasnya, siap ketentuan dan syarat dipenuhi. Seperti LDR, biaya operasional, NPL di bawah 5%, manajemen yang bagus. Seluruh aspek kami nilai. Kalau sudah menjadi penyalur KUR berarti koperasinya sehat," kata Yuana.

Yuana optimis penyaluran KUR KSP Guna Prima Dana akan didominasi sektor produktif. Pasalnya, anggota KSP Guna Prima Dana sebanyak 513 orang merupakan pelaku usaha yang bergerak di sektor perajin, petani kopi, pertanian, perkebunan, holtikultura, pangan, jasa pariwisata, dan sebagainya.

"Mereka tumbuh sesuai dengan potensi dan kebutuhan masyarakat Bali. Diharapkan daya tarik anggota akan terus bertambah, termasuk daya tarik sebagai penyalur KUR dengan bunga murah 7%," ujarnya.

Baca Lainnya : Sri Mulyani: Pembiayaan UMi Merupakan Pelengkap dari Program KUR

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pengawasan Kemenkop dan UKM Suparno mengungkapkan, untuk bisa menjadi penyalur KUR, yang penting KSP sehat organisasi, hingga sehat permodalannya.

"Secara keseluruhan kami memberikan penilaian sebagai salah satu syarat. KSP harus menyalurkan dan melayani secara selektif untuk anggota yang potensial," katanya.

Suparno berharap, sebagian keuntungan koperasi digunakan untuk pelatihan para anggotanya.

"Selalu saya ingatkan pendidikan bagi para anggota. Besarnya koperasi di luar negeri ya dari pendidikan," katanya.

Sementara itu, Ketua KSP Guna Prima Dana, I Wayan Teja mengungkapkan, "KUR ini tentu nantinya mereka akan mendapat manfaat secara langsung karena mendapatkan bunga yang lebih rendah, hingga lebih berani dan lebih banyak lagi mengakses permodalan. Sehingga, para anggota kami bisa meningkatkan kapasitas usahanya melalui KUR."

Baca Lainnya : Darmin Nasution Dorong Pelaku Usaha Wisata Gunakan KUR Pariwisata

Manager KSP Guna Prima Dana, I Wayan Suyatna menambahkan, bila plafon Rp8,5 miliar sesuai target di semester II, maka plafon KUR akan ditambah. Selain itu, aku Suyatna, pihaknya akan lebih menyasar sektor produktif dalam menyalurkan KUR.

"Saat ini, proses baru mulai dan kami akan fokus pada KUR mikro sebesar Rp25 juta. Ke depan, kami akan menyasar KUR kecil dengan maksimal pinjaman sampai Rp500 juta. Sekarang masih fokus wilayah Kabupaten Badung. Nantinya akan kami tingkatkan untuk seluruh wilayah Bali," pungkas Suyatna seperti dilansir wartaekonomi. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: