Kemenkop UKM Lakukan 3 Langkah Reformasi Total Koperasi

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
04 Mar 2019   08:00

Komentar
Kemenkop UKM Lakukan 3 Langkah Reformasi Total Koperasi

ilustrasi koperasi (Foto : Trubus.id)

Trubus.id -- Melalui tiga langkah Reformasi Total Koperasi, Kemenkop UKM RI berusaha menciptakan koperasi-koperasi yang berkualitas daripada kuantitas.

"Bila koperasi dikelola secara baik dan kredibel, maka akan memberikan manfaat ekonomi yang besar bagi pengurus dan anggota koperasi," ujar Sekretaris Kemenkop UKM RI Meliadi Sembiring di Jakarta beberapa waktu lalu.

Pertama berkaitan dengan reorientasi, yaitu merubah paradigma pendekatan pembangunan koperasi dari kuantitas menjadi kualitas. Hal tersebut dilakukan untuk mewujudkan koperasi modern yang berkualitas serta berdaya saing tinggi dengan jumlah anggota aktif yang terus meningkat.

Kedua yakni melalui rehabilitasi, dengan cara ini kemenkop dan UKM terus memperbaiki dan membangun database system koperasi melaui Online Data System (ODS) untuk memperoleh system pendataan koperasi yang lebih baik dan akurat.

Baca Lainnya : 5 Syarat Koperasi Perikanan Dapat Kelola Kembali TPI

Selanjutnya yakni dengan cara Peningkatan. Dalam upaya ini Kemenkop dan UKM terus meningkatkan kapasitas koperasi sebagai badan usaha berbasis anggota yang sehat, kuat, mandiri dan tangguh serta setara dengan badan usaha lainnya melaui regulasi yang kondusif, perkuatan SDM, Kelembagaan, Pembiayaan, Pemasaran dan Kemajuaan Teknologi.

"Melalui regulasi yang kondusif, SDM yang kuat serta kemajuan teknologi, saya yakin pengembangan tersebut akan berhasil direalisasikan," terangnya.

Dijelaskannya, sebelum reformasi total koperasi yang dilakukan pada tahun 2014, Jumlah koperasi mencapai 212.576 unit, namun usai reformasi Total Koperasi, jumlahnya hanya tersisa 138.140 Unit.

"Saat ini 34.417 unit koperasi dalam proses kurasi dan rekonsiliasi data, dan 40.013 koperasi sudah dibubarkan," ujarnya.

Baca Lainnya : Menkop dan UKM Apresiasi Koperasi Syariah Mampu Tingkatkan PDB

Pada kesempatan tersebut, Meliadi juga mengapresiasi Koperasi yang sudah berkembang dan turut serta dalam menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Koperasi penyalur KUR yang dimaksudkan tersebut adalah Kospin Jasa yaitu Koperasi Simpan Pinjam di Pekalongan, Jawa Tengah yang sudah memasuki bursa saham.

"Saya mengapresiasi bagi beberapa koperasi yang sedang berkembang lalu ikut berperan dalam penyaluran KUR, ini merupakan kemajuan yang pesat," ujarnya.

Terkait rencana program dan kegiatan tahun 2019, Kemenkop dan UKM telah menentukan arah kebijakan guna meningkatkan daya saing UMKM dan koperasi sehingga mampu tumbuh menjadi usaha yang berkelanjutan dengan skema lebih besar dalam rangka mendukung kemandirian perekonomian nasional.

Baca Lainnya : Permintaan Pasar Tinggi, Koperasi Perikanan Memiliki Potensi Besar

Strategi yang akan dilakukan yakni berupa peningkatan akses pembiayaan dan perluasan skema pembiayaan, peningkatan nilai tambah produk dan jangkauan pemasaran. Selain itu juga dilakukan penguatan kelembagaan usaha, dan peningkatan kemudahan, kepastian dan perlindungan usaha.

Sementara itu, Kepala Biro Perencanaan Kemenkop UKM, Achmad Zabadi menyatakan, bahwa program rehabilitasi merupakan pendataan untuk mendapati jumlah koperasi yang aktif baik melakukan usaha maupun mengelola organisasinya.

Dalam program rehabilitasi 2017 dan 2018, Kemenkop UKM telah membubarkan 40.013 unit koperasi dengan jumlah total koperasi per akhir tahun lalu mencapai 138.140 unit.

Baca Lainnya : Tingkatkan Kesejahteraan Buruh, Menaker Dukung Dibentuknya Koperasi Pekerja

"Tahun ini kami juga tengah melanjutkan program rehabilitasi tersebut. Ada sekitar 34.417 unit koperasi yang kemungkinan juga bakal dibubarkan seperti koperasi lainnya," ujarnya.

Menurutnya, puluhan ribu Koperasi yang dibubarkan itu, merupakan Koperasi Zombie. Sebab, Koperasi itu hidup jika ada program saja. Selain itu Koperasi dengan model Zombie juga tidak aktif dalam menjalankan usaha dan tak melakukan rapat anggota tahunan (RAT).

"Mereka tidak ada komplain. Artinya mereka memang koperasi zombie, aktif ketika ada program bantuan saja," pungkasnya. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Koperasi Kopi Bandung Sukses Tembus Pasar Dunia

Thomas Aquinus   Keuangan Mikro
Bagikan: