Perguruan Tinggi Harus Sesuaikan Kebutuhan Pasar Kerja dan Bangun Kewirausahaan

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
01 Mar 2019   19:30

Komentar
Perguruan Tinggi Harus Sesuaikan Kebutuhan Pasar Kerja dan Bangun Kewirausahaan

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri mengungkapkan, perguruan tinggi di era revolusi industri 4.0 saat ini memiliki dua pilihan orientasi, yaitu menyesuaikan kebutuhan pasar kerja dan pembangunan kewirausahaan.

Dirinya mengatakan, perguruan tinggi yang berorientasi terlalu akademis tak akan memiliki relevansi dengan kebutuhan pasar kerja dan memperkuat wirausaha.

"Kita didik dan latih anak-anak dengan dua orientasi agar bisa masuk pasar kerja dan kedua agar mereka bisa membangun wirausaha," ujar Hanif usai menjadi keynote speaker seminar nasional bertema "Tantangan Ketenagakerjaan pada Proteksi Sosial dalam Menghadapi Industri 4.0" di kampus Pascasarjana Universitas Pancasila, Jakarta.

Baca Lainnya : Jurus Jitu Menaker Biar Generasi Muda Jadi Sociopreneur

Hanif menilai, saat ini perguruan tinggi masih memiliki orientasi akademisi. Akibatnya banyak lulusan perguruan tinggi yang kompetensinya masih dipersoalkan.

Untuk itu dirinya meminta kalangan akademisi atau perguruan tinggi agar tak terlalu takut dan mengkhawatirkan saat memasuki era revolusi industri 4.0. Menurutnya hal tersebut harus direspon dan diantisipasi secara memadai.

"Karena dia akan munculkan tantangan sekaligus menciptakan peluang-peluang baru," ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya penting mengetahui perjalanan revolusi industri, yaitu transformasi industri tahap 1, 2, 3, sampai 4 yang dari sisi waktu berjalan lebih cepat.

Baca Lainnya : Menurut Menaker, Ini Syarat Mutlak Calon Wirausaha Jika Ingin Sukses

"Revolusi industri 4.0 lebih cepat. Beda dengan revolusi industri 1, 2, 3 lebih predictable. Tapi nanti jika perjalanan revolusi industri 5.0 akan jauh lebih cepat lagi dibanding kurun waktu sebelumnya," katanya.

Hanif menrinci, yang membedakan revolusi industri 4.0 dibandingkan revolusi industri sebelumnya adalah kombinasi tiga hal sekaligus yang sangat penting. Pertama, manusia (SDM), mesin (robot), dan big data. Ketiganya menyatu bersama sehingga membuat segala sesuatu menjadi sangat mudah.

"Tantangan industri kita bagaimana menjaga kompetitiveness dengan berbagai bentuk inovasi," ujarnya.

Baca Lainnya : Ikuti Instruksi Presiden, 2 Menteri Kaji Pendidikan Mitigasi Bencana

Sementara itu Rektor Universitas Pancasila Wahono Sumaryono berharap revolusi industri 4.0 dari aspek ketenagakerjaan bisa dimanfaatkan secara bersama untuk kemakmuran masyarakat Indonesia.

Ia pun menyebut tujuan digelarnya seminar ini sebagai wujud hadirnya perguruan tinggi membedah kebijakan untuk disampaikan kepada stakeholder.

"Dan sebagai introspeksi belajar mengajar ini terus di-upgrade sesuai dinamika perkembangan eksternal," kata Wahono. [NN]  
 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: