Guru Memiliki Peran Penting dalam Mewujudkan Sekolah Aman

TrubusNews
Thomas Aquinus
28 Feb 2019   17:00 WIB

Komentar
Guru Memiliki Peran Penting dalam Mewujudkan Sekolah Aman

Wakil Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Bowo Irianto (Foto : Trubus.id / Thomas Aquinus Krisnaldi)

Trubus.id -- Wakil Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Bowo Irianto mengungkapkan, guru memiliki peran yang penting sebagai pendidik dalam mengembangkan sekolah aman di Indonesia agar lebih intensif. Hal tersebut disampaikannya dalam workshop yang bertema "Peran Pemerintah Daerah dalam Implementasi Satuan Pendidikan Aman Bencana di Provinsi DKI Jakarta”, yang digagas ASEAN Safe School Initiative (ASSI) di Hotel Akmani, Jakarta, Kamis (28/2).

"Kita perlu memberikan pemahaman khususnya pada anak-anak kita peserta didik, namun demikian peserta didik tiap tahun selalu berubah. Kalau bisa pas ada kegiatan pengurangan risiko bencana juga menyentuh pada guru," ungkapnya.

Namun demikian, Bowo juga menyadari bahwa tidak semua guru memiliki passion yang sama, untuk itu dirinya menyarankan ada sistem seleksi terhadap guru yang memiliki ketertarikan di bidang tersebut.

Baca Lainnya : Kuatkan Kompetensi Pendidik, Kemendikbud Kirim 1.000 Guru ke 15 Negara

"Harus ada sistem seleksi terhadap guru yang memiliki keterpanggilan tehadap sekolah aman ini", katanya.

"Artinya, bagi guru-guru yang mereka memang bisa mendapat kesempatan pelatihan mereka bisa membagi pengalaman pengetahuannya diseminasi dengan kawan-kawannya," lanjutnya.

Pada kesempatan tersebut, Bowo juga mengungkapkan jumlah sekolah di DKI Jakarta saat ini jumlahnya mencapai 8.919 sekolah. Jumlah tersebut mencakup pendidikan dari tingkat PAUD (TK), SD, SMP, SMU dan SMK dengan jumlah peserta didik hingga mencapai 1,5 juta siswa.

Bowo juga menyampaikan, berdasarkan data Bank Dunia, 76 persen sekolah di Indonesia termasuk dalam kategori rawan gempa. 

"Sementara itu data indeks ratio dari BNPB, dari 322 kabupaten/kota dari seluruh Indonesia ini memiliki indeks ratio bencana yang tinggi itu 65 persen, dan 174 kabupaten/kota memiliki risiko bencana sedang," ungkapnya. 

Baca Lainnya : Tagana Gelar Edukasi Kesiapsiagaan Hadapi Bencana di Sekolah

Berdasarkan data tersebut, maka, guru sebagai agent of change diharapkan bisa membantu upaya membangun budaya tangguh yang menjadikan sekolah dan siswa aman serta memberikan pemahaman tentang ancaman bencana sesuai karakteristik bencana di lingkungan dimana sekolah itu berada, serta bagaimana cara mengatasinya. [NN]

 

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Dana Desa Berikan Dampak Signifikan Terhadap Ekonomi Perdesaan

Pendampingan   23 Feb 2020 - 23:58 WIB
Bagikan:          
Bagikan: