Kuatkan Kompetensi Pendidik, Kemendikbud Kirim 1.000 Guru ke 15 Negara

TrubusNews
Thomas Aquinus
27 Feb 2019   13:00 WIB

Komentar
Kuatkan Kompetensi Pendidik, Kemendikbud Kirim 1.000 Guru ke 15 Negara

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Selama 3 pekan sebanyak 1.000 guru akan dikirim oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk dilatih di 15 negara. Langkah ini dilakukan Kemendikbud untuk penguatan metodologi dan kompetensi para pendidik tersebut.

Adapun negara-negara yang menjadi tujuan ialah Finlandia, Korea, Jerman, Jepang, Prancis, Singapura, China, Hong Kong. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengungkapkan, pelatihan yang akan diberikan kepada para guru ini akan berbeda-beda.

Namun kendati demikian, arahnya untuk penguatan metodologi serta untuk penguatan kompetensi.

“Intinya, kalau dikirim ke luar negeri wawasannya lebih terbuka. Ini juga dikirim ke negara-negara yang bisa jadi referensi, contoh, bench mark oleh guru yang akan dikirim,” ujarnya.

Baca Lainnya : Ikuti Instruksi Presiden, 2 Menteri Kaji Pendidikan Mitigasi Bencana

Dikatakannya, para guru yang dikirim merupakan para guru yang berprestasi dalam sejumlah program. Selain para guru yang juara, seleksinya juga dilakukan berdasar asesmen yang dilakukan Kemendikbud melalui rekam jejak.

“Kemendikbud akan terus berusaha agar pelatihan guru ke luar negeri akan terus berlanjut, sehingga merekapun akan memiliki banyak pengalaman,” ujarnya.

Sementara itu, Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud Supriano mengungkapkan, para guru yang terpilih program ini akan berangkat akhir bulan ini. Langkah ini di lakukan semata dalam rangka fokus ke pengembangan sumber daya manusia.

“Pendidikan yang baik itu pengaruhnya ke guru,” ujarnya di kantor Kemendikbud.

Baca Lainnya : Pendidikan Gratis Tak Sentuh 5 Distrik di Sorong, Ini Penyebabnya

Supriano meminta para guru dapat meningkatkan kompetensinya dalam proses pembelajaran dengan melihat perbandingan dari beberapa negara lain yang sudah maju.

Menurutnya, proses pendidikan yang baik akan tercipta di sekolah oleh guru yang kualitasnya baik pula.

“Selanjutnya, Kemendikbud berharap akan ada perubahan dalam proses pembelajaran di sekolah ketika para guru ini telah mendapat pembekalan ilmu baru,” katanya.

Dukungan pengiriman guru ke luar negeri juga didukung oleh pengamat pendidikan UPI Bandung Said Hamid Hasan yang berpendapat pengiriman guru dapatmenambah wawasan guru.

Said pun berharap pengiriman guru ke luar negeri ini hanya sebatas apresiasi atau hadiah atas prestasi yang telah ditunjukkan oleh guru yang sudah diseleksi, dan bukan untuk menyelesaikan masalah terkait kompetensi guru.

Baca Lainnya : Keterlibatan Orangtua Dalam Pendidikan Anak Dinilai Sukseskan Prestasi di Sekolah, Kenapa? 

Sementara itu, Ketua Divisi Smart Learning Center PB Persatuan Guru Republik Indonesia Richardius Eko Indrajit mengatakan, saat ini siswa di Indonesia bisa dengan mudahnya mencari dan mempelajari bahan ajar melalui internet. Dikatakannya, jika semua materi ajar ada di Youtube maka guru pun semestinya tidak mengajarkan yang sudah ada di internet tersebut.

“Di era disrupsi ini, guru harus menguasai siber pedagogi, yakni bagaimana cara kita mengajar saat semua bahan yang mau kita ajarkan sudah ada di internet,’’ ujarnya.

Baca Lainnya : Anak-anak Korban KM Sinar Bangun Dapat Bantuan Pendidikan Sampai Perguruan Tinggi

Dijelaskannya, di era saat ini pedagogi siber diperlukan agar guru bisa membuat tugas siswa yang lebih menarik, yakni tugas yang tidak dengan mudahnya siswa mengopinya dari internet.

Guru harus pandai membuat tugas yang menantang siswa berimajinasi untuk menjawabnya dan dikomparasi dengan ilmu yang dibaca melalui buku. Dia mengatakan, era disrupsi ini juga mengubah posisi guru bukan lagi menjadi sumber ilmu, melainkan menjadi arsitek kelas dengan fungsi sebagai fasilitator dan sahabat. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Babad Bina Swadaya, Awal Mula Berdirinya Bina Swadaya

Pendampingan   04 Agu 2020 - 15:15 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          

Peran Perempuan dalam Upaya Pemulihan Ekonomi Pasca Covid-19

Pendampingan   30 Juli 2020 - 16:14 WIB
Bagikan: