Disperindagkop Kaltara Beri Pelatihan Kepada 890 Wirausahawan Baru

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
27 Feb 2019   09:00

Komentar
Disperindagkop Kaltara Beri Pelatihan Kepada 890 Wirausahawan Baru

Ilustrasi wirausaha (Foto : Trubus.id/Hadi Nugroho)

Trubus.id -- Sebanyak 890 wirausahawan baru akan dilatih Disperindagkop Kalimantan Utara agar dapat berkembang dan bersaing di tengah persaingan pasar makin ketat.

Kepala Disperindagkop Kalimantan Utara Hartono mengungkapkan, pelatihan kepada wirausahawan baru tersebut tahun ini akan lebih difokuskan untuk wirausahawan di daerah pinggiran dan perbatasan. Sementara pada 2018, pelatihan serupa digalakkan di perkotaan.

"Jadi bergantian. Kita fokus untuk daerah-daerah pinggiran dan perbatasan di tahun ini. Seperti Lumbis di Kabupaten Nunukan dan daerah perbatasan lainnya akan kita sentuh," kata Hartono dalam 'Respons Kaltara' di Kedai 99 Tanjung Selor, Rabu (26/2).

Dikatakannya, bentuk pelatihan wirausahawan bermacam-macam. Mulai dari penciptaan brand, mengemas, pemasaran, pengembangan dan peningkatan keterampilan produksi, penggunaan alat dan teknologi digital, termasuk akses permodalan, dan pembukuan.

Baca Lainnya : KUKMP Jakarta Pusat Targetkan 5.600 Wirausaha Baru di 2019

Dari pelatihan-pelatihan yang dilakukan sebelumnya, Hartono melihat banyak pelaku UMKM belum terampil menyusun pembukuan. Padahal pembukuan adalah aspek penting untuk mendapatkan akses permodalan di lembaga keuangan.

"Terkadang, kalau pembukuannya tidak baik, bank atau lembaga fasilitas kredit itu tidak mau memberikan modal, karena takut resiko kredit macet. Jadi pembukaan itu harus betul-betul kita latihkan. Pelaku UMKM kita harus mahir," katanya.

Sebelumnya, pada tahun 2017, Disperindagkop Kalimantan Utara telah melatih sebanyak 500 pelaku UMKM. Berlanjut pada tahun 2018 sebanyak 535 pelaku UMKM. Dan di tahun 2019, ditargetkan akan dilatih sebanyak 720 pelaku UMKM yang sudah eksis dalam beberapa tahun belakangan.

Baca Lainnya : Trubus Bina Swadaya Grup dan BTPN Sepakat Kolaborasi Bangun Kewirausahaan Warga

"Dalam pelatihan, kita juga permantap pengetahuannya dulu. Kita datangkan pemateri dari Jawa. Kita latih 5-7 hari sesuai kebutuhan yang mereka ingin pelajari apa. Terkadang juga setelah itu kita bantu peralatan misalnya mesin cukur untuk usaha salon, dan lain-lain. Tujuannya supaya usahanya bisa berkembang," jelasnya.

Sementara itu, untuk akses permodalan, Disperindagkop siap memfasilitasi pelaku UMKM mendapatkan modal di perbankan dan lembaga keuangan lainnya. Hartono merujuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai fasilitas untuk modal usaha dengan klasifikasi omset di bawah Rp250 juta. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: