2019, Pemkot Jogja Fokuskan Anggaran untuk Pemberdayaan Masyarakat

TrubusNews
Thomas Aquinus
26 Feb 2019   15:00 WIB

Komentar
2019,  Pemkot Jogja Fokuskan Anggaran untuk Pemberdayaan Masyarakat

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta fokus melakukan program pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan pada anggaran 2019. Untuk itu, pengelolaan anggaran akan dilakukan secara terpadu di seluruh kelurahan yang ada di Yogyakarta.

"Kita minta anggaran dialokasikan untuk kelurahan, dikelola secara terpadu. Kalau kemarin masing-masing OPD (Organisasi Perangkat Daerah) itu punya anggaran dan punya kegiatan sendiri, sekarang kita pusatkan di kelurahan," ujar Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi di Balai Kota Yogyakarta beberapa waktu lalu.

Heroe mengungkapkan, dalam rangka mengefisienkan anggaran maka akan dilakukan berbagai kegiatan. Kegiatan pun akan difokuskan di kelurahan, di mana penggunaannya harus mencakup lima hal.

Baca Lainnya : 1.440 Pelaku Usaha dan Koperasi di Babel Ikuti Pelatihan UMKM

"Mengentaskan kemiskinan, meningkatkan pendapatan, menata lingkungan, menyelesaikan permasalahan di wilayah, dan mewujudkan rencana pengambangan wilayah di kelurahan," ujar Heroe.

Saat ini, pemkot juga melakukan pengurangan kegiatan pelatihan yang tidak relevan dengan pemberdayaan dan pengentasan kemiskinan. Seluruh anggaran yang dikeluarkan harus menyeluruh, sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

"(Anggaran) Ini harus cemantel (menyeluruh), tonjo (memuaskan), temotok (tertata), ketok (kelihatan), keroso (terasa)," kata Heroe.

Seperti diketahui bersama, anggaran untuk kelurahan saat ini dialokasikan sekitar Rp133 miliar dari OPD. Sementara, dana stimulan wilayah mencapai Rp17 miliar per tahun. Untuk itu, total anggaran untuk kelurahan sendiri mencapai Rp150 miliar per tahun.

Baca Lainnya : Bangkitkan Jiwa Wirausaha Melalui Pelatihan Ternak Kambing

Kepala Bappeda Kota Yogyakarta, Heri Karyawan mengatakan, seluruh kegiatan pelatihan untuk pemberdayaan dan pengentasan kemiskinan memang akan dipusatkan di kelurahan. Sehingga, kegiatan yang selama ini dianggarkan OPD dan dilakukan di kecamatan, akan dialihkan dan diintegrasikan di kelurahan.

"Integritas kegiatan di kecamatan itu nanti akan dialihkan ke kelurahan. Kita harapkan, kegiatan itu tidak duplikasi," ujar Heri. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Cegah Virus Corona, Kemendes PDTT Bentuk Desa Tanggap Covid-19

Pendampingan   26 Mar 2020 - 08:37 WIB
Bagikan:          
Bagikan: