Permintaan Pasar Tinggi, Koperasi Perikanan Memiliki Potensi Besar

TrubusNews
Thomas Aquinus
25 Feb 2019   08:00 WIB

Komentar
Permintaan Pasar Tinggi, Koperasi Perikanan Memiliki Potensi Besar

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Ketua Koperasi Serba Usaha Gomon Sinar Moi, Budiono, mengungkapkan peluang pasar bagi koperasi perikanan di Sorong, Papua Barat, masih sangat terbuka lebar karena begitu besarnya permintaan pasar yang hingga kini masih belum terpenuhi, baik dari usaha penangkapan maupun dari usaha budi daya ikan.

Budiono mengatakan, sampai saat ini koperasinya yang bergerak dalam usaha budidaya ikan, penangkapan, dan pemasaran ikan masih belum mampu memenuhi permintaan pasar yang begitu besar.

"Produksi kita kalau di budidaya masih sekitar 7 ton untuk komoditas nila dan lele sementara permintaan pasar sudah menembus angka 20-an ton. Artinya kalau kita mau memenuhi suplai dari mall saja minimal harus punya 15 ton dalam jumlah kontinyu," katanya seperti dilansir dari gatracom.

Baca Lainnya : Tingkatkan Kesejahteraan Buruh, Menaker Dukung Dibentuknya Koperasi Pekerja

Koperasinya efektif baru dapat berproduksi di usaha penangkapan ikan setelah mendapatkan bantuan kapal, yang baru beroperasi setahun terakhir. Koperasi dengan anggota sekitar 170 nelayan itu, berharap bisa menambah kolam pembesaran budidaya ikan karena dari sisi SDM, lahan, pemasok, dan pasar tersedia dengan pasti.

"Kalau untuk menambah luas kolam kalau menggunakan cangkul kita agak kesulitan. Makanya supaya lebih cepat produksi 20-30 ton per bulan itu kita memang harus pakai alat berat. SDM ada yang mau mengelola perikanannya, lahan punya, pangsa pasar jelas. Cuma kendala kita di faktor pembuatan kolam, ini yang biayanya agak gede," terangnya.

Saat ini, koperasi Serba Usaha Gomon Sinar Moi telah sukses mengantongi omzet hingga Rp100 juta per bulan dari usaha perikanan seperti bududaya, pakan, dan pemasaran ikan.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sorong, La Ole, mengungkapkan bahwa Koperasi Gomon Sinar Moi menjadi salah satu KSU yang tergolong sukses di wilayahnya.

"Kalau untuk Kabupaten Sorong, koperasi aktif tiap tahun memang meningkat. Sekarang 83 dari 133 koperasi aktif di Sorong," ujarnya.

Baca Lainnya : Sebagai Wujud Ekonomi Pancasila, Koperasi Perlu Tingkatkan Skala Usaha

Untuk meningkatkan kualitas koperasi, pihaknya terus memberikan pelatihan, pembinaan, dan pendampingan kepada para pelaku koperasi dan UKM di Kabupaten Sorong.

"Kami juga terus memberikan pelatihan sosialisasi tentang manajemen dan prinsip perkoperasian bagi pengurus dan anggota koperasi," katanya.

Bantuan penguatan modal juga terus diberikan sebagai "capital seed" terutama bagi usaha yang baru saja dikembangkan.

"Kami targetkan di setiap distrik atau kecamatan ada satu koperasi yang sehat dan berkembang dengan baik," ujarnya.

Baca Lainnya : Kemenkop UKM Gelar Pelatihan Koperasi di Lingkungan Kementeriannya

Sementara itu, Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Meliadi Sembiring, didampingi Plh. Asdep Perikanan dan Peternakan Kementerian Koperasi dan UKM, Devi Rimayanti mengemukakan, berbagai bidang usaha bisa dilakukan dalam koperasi, antara lain pengadaan BBM, perbekalan untuk kebutuhan melaut, dan bidang usaha lainnya.

Meliadi mengatakan, keberadaan koperasi akan memberikan kemampuan bagi nelayan untuk menjalin kemitraan dan bersinergi dari berbagai pelaku usaha lainnya dari hulu ke hilir. Karena itu, ia yakin sektor perikanan dapat semakin berkembang asal dilakukan secara bersama-sama.

"Saya menyarankan agar nelayan untuk berkoperasi sebaik-baiknya secara bersama-sama," pungkasnya. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

PUPR Harapkan Padat Karya Tunai Serap 777.206 Orang pada 2021

Pendampingan   11 Jan 2021 - 10:36 WIB
Bagikan:          
Bagikan: