Reza Arganata Raih Rp25 Juta Per Bulan dari Limbah Skateboard

TrubusNews
Thomas Aquinus
22 Feb 2019   12:30 WIB

Komentar
Reza Arganata Raih Rp25 Juta Per Bulan dari Limbah Skateboard

Reza Arganata, owner Cik Eye Recycle Eyewear (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Ide cermelang Reza Arganata, pria asal Yogyakarta ini berhasil mengolah limbah skateboard menjadi kacamata berkualitas bernilai tinggi. Bahkan, omzet yang diperoleh per bulannya mencapai Rp25 juta. 

Reza mengungkapkan, Ide merupakan hal paling utama dalam memulai bisnisnya. Semakin langka ide yang dimiliki maka semakin besar pula potensi bisnis untuk berkembang.

"Idenya memang langka. Saya pun ketemunya tidak sengaja, iseng-iseng karena skateboard saya patah. Saya otak-atik dan saya ubah menjadi kacamata," ujarnya.

Baca Lainnya : Maya Stolastika Sukses Kembangkan Pertanian Organik dengan Pemasaran Terbalik

Owner Cik Eye Recycle Eyewear Reza Arganata itu mengaku rutin memproduksi kacamata sebanyak 40 buah tiap bulan. Dia menghargai barang produksinya itu di kisaran Rp700.000 hingga Rp1,8 juta.

Dijelaskan Reza, menjalankan bisnis produk dari limbah skateboard tidak begitu sulit. Pelaku bisnisnya hanya perlu menguasai penggunaan gergaji ukir dan mesin grinder kayu.

Jika menguasai tentang desain, maka hasil produk akan lebih cemerlang lagi. Bahkan,sebenarnya Reza sendiri telah dapat memproduksi ini sejak duduk di bangku kuliah.

Baca Lainnya : Kisah Sukses Mulyono, Dipenjara Karena Sapi, Bangkit dan Berjaya Berkat Murai Batu

Diakui Reza tingkat kesulitannya hanya terletak pada pencarian bahan baku. Mengingat, setelah produk sudah berhasil lolos uji pasar, pelanggan akan berbondong melakukan pemesanan, baik pelanggan lokal maupun manca negara.

Namun, kesulitan tersebut bisa terjawab jika pelaku bisnisnya sudah tergabung dalam komunitas pecinta skateboard. Pebisnis rintisan menyiasatinya dengan memberikan pesan singkat di grup whatsapp, dan semua limbah skateboard akan dengan mudah ditemui.

"Kalau sudah masuk dalam komunitas, limbah skateboard ini mudah didapat. Biasanya mereka simpan, tetapi hanya untuk diletakkan begitu saja," ujarnya. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

SDM Unggul Indonesia Kedepan Kuncinya Ada di Desa

Pendampingan   21 Feb 2020 - 08:56 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          

Majalah Trubus Menjawab Tantangan Perkembangan Zaman

Pendampingan   20 Feb 2020 - 12:29 WIB
Bagikan: