Inspiratif, Alasan Petani Ini Tolak Bantuan BSPS dari Pemerintah

TrubusNews
Thomas Aquinus
20 Feb 2019   11:30 WIB

Komentar
Inspiratif, Alasan Petani Ini Tolak Bantuan BSPS dari Pemerintah

Ilustrasi Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Kisah inspiratif datang dari sosok Bakri (69), petani di Desa Karangsemanding, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Bakrie dengan tegas menolak bantuan pemugaran rumah dalam program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari pemerintah daerah setempat.

Bantuan tersebut sengaja Bakri tolak karena dirinya menganggap masih banyak warga lain yang lebih berhak dengan bantuan senilai Rp15 juta itu. Dirinya mengungkapkan, penolakan itu datang dari dalam hati sebab saat ini telah mampu membangun rumah dan membeli sepeda motor.

"Mengingat masih banyak yang lebih pantas mendapatkan bantuan tersebut, maka saya tolak bantuan karena masih banyak membutuhkan daripada saya," katanya di Gresik, Selasa (19/2).

Baca Lainnya : Nauval, Entrepreneur Muda dari Boyolali yang Berdayakan 250 Petani Susu

Sementara itu, Camat Balongpanggang Jusuf Ansyori menyampaikan total penerima bantuan pemugaran rumah bagi orang tidak mampu di wilayah Balongpanggang, Gresik mencapai 94 orang, dan di Desa Karangsemanding sendiri terdapat 12 orang.

"Bantuan pemugaran rumah itu merupakan pengajuan anggaran pada tahun 2017, lalu diusulkan 2018 dan dicairkan pada 2019. Pak Bakri menolak bantuan program pemugaran rumah sebesar Rp15 juta dari pemerintah. Oleh karena itu dana kami kembalikan ke pemerintah," terang Jusuf Ansyori.

Dijelaskannya, selam proses bantuan, Bakri mengalami peningkatan ekonomi dari pekerjaanya yang dipercaya menggarap sawah beberapa orang dan menjadi koordinator persewaan alat-alat tani.

"Dulu rumah Bakri masuk dalam warga yang layak dibantu, namun dalam tiga tahun terakhir ekonominya naik dan rumahnya mampu diperbaiki secara mandiri, sehingga dia sengaja menolak bantuan itu dengan alasan masih banyak yang lebih layak menerima," ujarnya.

Baca Lainnya : Herwita S. Rosalina: Menjadi Petani Organik Mendekatkan Tujuan Hidup Saya

Sikap Bakri yang menolak bantuan pemerintah tersebut diapresiasi oleh Kepala Bagian Humas Pemkab Gresik, Sutrisno, karena masih ada warga yang menolak bantuan dan menganggap masih banyak yang lebih berhak dibanding dirinya.

"Kami apresiasi, sebab kebanyakan orang sudah kaya tapi masih minta bantuan kepada pemerintah," ujar Sutrisno.

Sutrisno mengungkapkan, bantuan program pemugaran rumah itu masuk dalam program Dinas Perumahan dan Permukiman Pemkab Gresik yang setiap tahun menggelontor anggaran untuk perbaikan beberapa rumah di perdesaan. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Trubus Dorong Kemandirian Pangan Keluarga dengan Tabulampot

Pendampingan   08 Agu 2020 - 16:11 WIB
Bagikan:          

Babad Bina Swadaya, Awal Mula Berdirinya Bina Swadaya

Pendampingan   04 Agu 2020 - 15:15 WIB
Bagikan:          
Bagikan: