PMI Bengkulu Bangun Pusat Edukasi Mangrove Sebagai Langkah Mitigasi Bencana

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
19 Feb 2019   08:00

Komentar
PMI Bengkulu Bangun Pusat Edukasi Mangrove Sebagai Langkah Mitigasi Bencana

Ilustrasi hutan mangrove (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Sebagai salah satu langkah mitigasi bencana tsunami, pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bengkulu membangun pusat edukasi atau pendidikan tentang ekosistem mangrove atau hutan bakau di kawasan pesisir Kelurahan Sumber Jaya, Kota Bengkulu.

Pusat edukasi mangrove ini diadakan PMI bersama warga Kelurahan Sumber Jaya dengan dukungan Palang Merah Jepang,  kata Pengurus PMI Pusat, Sumarsono di Bengkulu, Senin (18/2).

Dikatakan Sumarno, pusat edukasi mangrove tersebut ditujukan sebagai ruang belajar bagi masyarakat untuk lebih mengenal ekosistem mangrove dan fungsinya sebagai mitigasi bencana sekaligus dapat dikembangkan sebagai objek wisata. 

Baca Lainnya : Tiru Jepang, Jusuf Kalla Ingin Masyarakat Rutin Latihan Mitigasi Bencana

Menurutnya, program ini sesuai dengan potensi dan karakteristik di kelurahan Sumber Jaya yang berada di wilayah pesisir dan menjadi salah satu daerah rentan terdampak bencana tsunami. 

"Wilayah pesisir Bengkulu rentan terkena gempa dan tsunami karena berada pada pertemuan lempeng Eurasia dan Indoaustralia, " katanya.

Di pusat edukasi mangrove tersebut masyarakat dapat mempelajari jenis, cara pelestarian hingga pemanfaatan mangrove untuk kegiatan wisata alam. Keberadaan pusat edukasi ini juga diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat untuk turut melestarikan hutan mangrove dengan terlibat langsung menanam. 

"Kami pusatkan di sini karena pembibitannya ada di sini, namun konservasi mangrove kita lakukan di sepanjang pantai di Provinsi Bengkulu," katanya.

Baca Lainnya : Ikuti Instruksi Presiden, 2 Menteri Kaji Pendidikan Mitigasi Bencana

Sementara itu Asisten II Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Yuliswani berpendapat kegiatan ini  tidak hanya akan mengurangi dampak bencana seperti abrasi pantai dan tsunami, tetapi dapat meningkatkan perekonomian dengan adanya destinasi wisata baru. 

"Dengan berkembang sebagai objek wisata, secara otomatis akan memberikan dampak ekonomi terhadap masyarakat sekitar,"  ujarnya. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: