20.000 Santripreneur Baru di 2019 Jadi Target Kemenperin

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
15 Feb 2019   14:00

Komentar
20.000 Santripreneur Baru di 2019 Jadi Target Kemenperin

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih  (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan terjadi peningkatan wirausaha baru melalui program santripreneur yang mencapai 20 ribu wirausaha dari 30 Pondok Pesantren di sepanjang tahun 2019.

"Tahun 2019, kami menargetkan 30 Pondok Pesantren yang akan menghasilkan 20 ribu wirausaha baru," ujar Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih seusai membuka program Santripreneur di Pondok Pesantren Ushuluddin, Bandar Lampung, Kamis (14/2).

Saat ini, dikatakan Gati, program santripreneur yang digagas oleh Kemenperin sejak tahun 2003 telah mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

"Selama periode tahun 2013 hingga tahun 2018, Ditjen IKMA telah membina sebanyak 20 pondok pesantren dengan lebih dari 3000 santri telah diberikan pelatihan produksi, serta motivasi kewirausahaan," ujarnya.

Baca Lainnya : Perkuat Ekonomi Umat, Program Santripreneur dan Petani Muda Diresmikan

Dikatakannya, modal utama berwirausaha adalah bermental kuat. "Mereka (Santri) sudah punya modal itu, mentalnya kuat. Sehingga ini akan membantu bagi narasumber untuk melakukan pembinaan," ujarnya.

"Kami tidak hanya memberikan ketrampilan teknis berproduksi yang baik tetapi juga memberikan fasilitas akses pemasaran utamanya melalui online atau dunia digital," lanjut Gati.

Gati juga menjelaskan, berdasarkan data Kemenperin, di tahun 2017 sebanyak 54,68% dari populasi Indonesia (143,26 juta jiwa) telah menggunakan internet. Sebagian besar yaitu 45,14% menggunakan untuk mencari informasi harga, dan sebanyak 16,83% melakukan transaksi jual beli melalui online. Tercatat pada tahun 2018 sebanyak 24,7 juta jiwa menggunakan e-commerce dengan nilai transaksi sebesar Rp144 triliun.

Baca Lainnya : Keren, Program Santripreneur Hasilkan Produksi 4.000 Sandal Jepit di Ponpes Sunan Drajat

Melihat potensi pemasaran secara daring (online) yang sedemikian besar, Ditjen IKMA sendiri telah meluncurkan program e-Smart IKM. Hingga tahun 2018, sudah lebih dari 5945 pelaku IKM dari berbagai daerah yang mengikuti workshop E-Smart IKM, dengan total nilai transaksi sebesar Rp1.384.996.608. dan hingga tahun 2019 ditargetkan dapat mencapai total 10.000 IKM.

Berdasarkan data tersebut, potensi dunia digital utamanya jual beli secara online harus dapat dimanfaatkan oleh Pondok Pesantren agar produk yang dihasilkan dapat di jual ke luar Pondok Pesantren.

"Jadi harus lebih kreatif dan inovatif, dan saya yakin para santri punya itu semua," pungkasnya. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: