Berkat Program e-Smart IKM Kemenperin, Jaket Bola Distro Hasilkan Omzet Rp50 Juta per Bulan

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
15 Feb 2019   06:00

Komentar
Berkat Program e-Smart IKM Kemenperin, Jaket Bola Distro Hasilkan Omzet Rp50 Juta per Bulan

Peserta pelatihan e-Smart IKM Kemenperin di bidang fesyen (Foto : Dok Kemenperin)

Trubus.id -- Kementerian Perindustrian terus mendukung pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) dengan memberikan program e-Smart IKM sejak tahun 2017. Salah satu peserta yang sukses dalam mengaplikasikan program e-smart IKM adalah Jaket Bola Distro yang mampu hasilkan omzet hingga Rp50 juta per bulan.

Pelaku usaha sektor fesyen yang berdiri sejak tahun 2016 ini sudah dilakukan Andri sejak duduk di bangku kuliah. Andri merasakan, workshop e-Smart IKM yang diikutinya pada tahun 2017 menjadi lompatan besar dalam menjalani usahanya. Apalagi dia merintis melalui pemasaran di media sosial.

“Dari dulu saya memasarkan produk lewat Facebook, Instagram dan Twitter. Semakin kesini, zaman semakin maju dan pemasaran cenderung lebih mudah. Banyak marketplace yang ada, mau nggak mau kita sebagai pengusaha harus beradaptasi,” katanya.

Andi mengakui, keikutsertaan pada loka karya e-Smart IKM, mendapatkan banyak ilmu baru dan menjadikan marketplace sebagai ujung tombak pemasarannya.

Baca Lainnya : 8 IKM Kerajinan Difasilitasi Kemenperin Ikut Pameran di Jerman

“Tidak hanya mendapat ilmu tentang penjualan, tetapi saya juga mendapat berbagai macam fasilitas khusus seperti mencoba fitur-fitur berbayar dari Bukalapak secara gratis, dapat trik berjualan di Bukalapak, dan dapat relasi,” katanya.

Pada tahun 2017, berdasarkan data Bukalapak, Jaket Bola Distro berhasil mendapat nilai transaksi terbesar dari sektor IKM fesyen yang melampaui Rp322 juta dengan sebanyak 1.346 transaksi. Saat ini, Andri sudah mempunyai pabrik sendiri yang dibantu oleh lima karyawan dengan omzet mencapai Rp50 juta per bulan.

Dia memiliki tekad yang kuat untuk lebih memajukan usahanya dengan mencari kesempatan baru melalui pemanfaatan teknologi.

“Saya ingin terus meningkatkan kualitas produksi dan pemasaran dengan memanfaatkan penggunaan teknologi digital saat ini,” katanya.

Baca Lainnya : Ribuan IKM di Malang Ternyata Belum Kantongi Izin

Sementara itu, Direkur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Gati Wibawaningsih mengungkapkan, program e-Smart IKM merupakan upaya yang sejalan dengan implementasi Making Indonesia 4.0 yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk secara efisien sekaligus memperluas pasarnya.

“Untuk itu, kami aktif mengajak mereka terlibat dalam program e-Smart IKM. Sejak tahun 2017 diluncurkan, sudah melahirkan banyak IKM yang berkembang pesat. Dengan mengadopsi teknologi, produktivitasnya naik dan mampu memasarkan di marketplace,” katanya di Jakarta, Kamis (14/2).

Berdasarkan data yang dimiliki Kemenperin, yang telah mengikuti loka karya e-Smart IKM sebanyak 5.945 pelaku usaha dengan total omzet sebesar Rp1,5 miliar. Dilihat dari sektornya, industri logam diketahui mendominasi hingga 40,99% dari total transaksi di e-Smart IKM.

Kemudian disusul sektor industri fesyen sebesar 30,13%, industri makanan dan minuman 23,50%, industri herbal 1,22%, industri furnitur 0,90%, serta industri kreatif dan lainnya 0,72%.

“Hingga tahun 2019, ditargetkan bisa mencapai total 10.000 peserta dengan sekitar 30.000 produk IKM yang dapat diakses konsumen melalui marketplace,” ungkap Gati.

Baca Lainnya : Kemenperin Pacu Desain dan Inovasi Kemasan IKM Melalui IID Awards 2019

Program e-Smart IKM saat ini dilaksanakan hingga di 22 provinsi dan telah melibatkan beberapa pihak, seperti BI, BNI, Google, iDeA serta Kementerian Komunikasi dan Informatika. Selain itu, menggandeng pemerintah provinsi, kota dan kabupaten.

“Program e-Smart IKM juga telah bekerja sama dengan marketplace seperti Bukalapak, Tokopedia, Shopee, BliBli, Blanja.com, Ralali, dan Gojek Indonesia,” kata Gati.

Lebih lanjut, program e-Smart IKM juga akan memfasilitasi pelaku usaha agar dapat mengakses pasar yang lebih luas melalui kerja sama dengan ATT Group selaku Authorized Global Partner Alibaba.com di Indonesia.

“Kerja sama ini meliputi pelatihan pemasaran online bagi IKM dalam melaksanakan operasional di dalam Alibaba.com serta pertukaran data dan informasi mengenai perkembangan dan pencapaian IKM yang masuk di dalam program e-Smart IKM,” jelasnya. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: