Kemenkop UKM Gelar Pelatihan Koperasi di Lingkungan Kementeriannya

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
12 Feb 2019   12:15

Komentar
Kemenkop UKM Gelar Pelatihan Koperasi di Lingkungan Kementeriannya

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Meliadi Sembiring (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Meliadi Sembiring mengapresiasi baik program pelatihan perkoperasian di lingkungan internal kementerian. Sehingga, jajarannya mampu dan paham betul mengenai perkoperasian.

Contohnya, bagaimana tata cara memperoleh badan hukum, rincian detail dari prinsip-prinsip berkoperasi, hingga pengertian dari perkoperasian.

"Dari situ, kita bisa membedakan mana yang koperasi dan mana yang bukan koperasi. Saya jadi teringat jaman dulu ketika masih ada yang dinamakan Balai Latihan Koperasi atau Balatkop. Aneka bentuk pelatihan selalu kita ikuti," ujar Meliadi pada acara Pelatihan Akuntansi dan Pengawasan Koperasi di Lingkungan Kementerian Koperasi dan UKM, di Lembang, Bandung.

Pada acara tersebut dihadiri juga Rektor Institut Koperasi Indonesia (Ikopin) Burhanuddin Abdullah, Direktur Pusat Inkubator Bisnis Ikopin Indra Fahmi, dan Kepala Biro Umum Kemenkop dan UKM Hardiyanto.

Baca Lainnya : Dinas Koperasi UMKM Bantu 1.040 UMKM Terdampak Bencana di Palu

Meliadi berharap, pelatihan selama lima hari ini, nantinya bakal terbentuk SDM yang lebih terlatih dibanding dengan yang tidak mengikuti pelatihan tersebut.

"Kalau hasilnya sama saja, saya sarankan ke depan pelatihan perkoperasian seperti ini tidak perlu diselenggarakan lagi. Untuk apa? Jadi, saya tegaskan harus ada bedanya antara yang ikut pelatihan ini dengan yang tidak ikut," kata Meliadi.

Bahkan, usai pelatihan, Meliadi mengungkapkan keinginannya untuk adanya ujian bagi peserta pelatihan, dibanding dengan yang tidak ikut pelatihan.

"Ke depan, kita memang dituntut untuk terus berbenah diri selaku Pembina. Karena, di sisi lain, kita juga menuntut koperasi untuk menjadi lebih moderen, lebih terbuka, bisa menjadi besar, dan sebagainya. Itu tuntutan kita," kata Meliadi.

Dijelaskannya pelatihan ini sangat penting supaya jangan sampai terjadi ironis dimana pihaknya menuntut banyak koperasi, sementara sebagai Pembina tidak tahu apa-apa.

Baca Lainnya : Koperasi Garment di Bandung Kebanjiran Order Kaos Jelang Pemilu

"Kita mengatakan koperasi harus menjadi koperasi yang baik. Kita harus paham dan tahu bagaimana bentuk koperasi yang baik itu. Kita harus tahu apa itu koperasi bodong. Kita harus tahu bedanya yang bodong dengan yang tidak bodong itu apa," terang Meliadi.

Bagi Meliadi, membentuk Deputi Pengawasan beberapa tahun lalu itu merupakan bentuk terobosan yang bagus.

"Karena kita berharap pembangunan kualitas dari koperasi tersebut. Kalau mengutamakan kualitas, maka bentuk pengawasannya harus lebih besar dan banyak. Supaya koperasi bisa berkualitas, tidak seenaknya saja dalam menjalankan usahanya," ujar Meliadi.

Sementara itu, untuk pengawasan terhadap koperasi, Meliadi menekankan bahwa aparat pembinanya harus terus diisi dengan pengetahuan tentang tata cara berkoperasi yang baik dan benar. "Setelah pelatihan harus terus diperdalam lagi di lapangan. Sehingga, pelatihan hari ini ada manfaatnya," tegas Meliadi.

Baca Lainnya : Aset Hingga Rp4 Miliar, Ini Rahasia Sukses Koperasi di Bandung

"Maka, sebagai Pembina kita harus tahu dan paham sistem akuntansi seperti apa yang dibutuhkan koperasi, supaya tidak dikibuli oleh pelaku koperasi," tambah Meliadi.

Selain itu, Meliadi menginginkan jajaran Pembina paham betul mengenai peraturan perundangan yang berlaku yang harus dijalankan para pelaku koperasi di seluruh Indonesia.

"Kita harus bisa membedakan mana koperasi yang patuh dan tidak patuh. Apalagi, khusus KSP, pengelolaan uangnya harus prudent. Termasuk di dalamnya kita harus tahu penilaian koperasi," ujar Meliadi.

"Kita harus tahu sanksi bagi koperasi dalam UU Perkoperasian yang sekarang seperti apa, dan bagaimana sanksi yang tertuang dalam RUU Perkoperasian. Kita harus pelajari itu semua. Bukan sekedar sanksi teguran, melainkan juga ke sanksi pidana," tambahnya.

Baca Lainnya : Bonus Demografi, Pemerintah Bidik Generasi Milenial Kembangkan Bisnis Koperasi

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Rektor Ikopin Burhanuddin Abdullah mengungkapkan, pelatihan ini merupakan pendidikan yang sangat penting. "Malah saya berharap ini ada kelanjutannya. Nanti mestinya ada sertifikasi dari para pengawas koperasi supaya bisa jelas. Standar kompetensi juga terukur," ujar Burhanuddin.

Selain itu, Burhanuddin juga berpendapat koperasi harus mencoba untuk ikut dalam arus perbaikan teknologi. "Dengan begitu, koperasi akan lebih dimudahkan untuk diperbesar, efisiensi akan meningkat, dan keuntungan juga akan makin baik. Koperasi dengan teknologi, maka semakin besar jangkauan anggotanya. Itu yang penting bagi koperasi," kata Burhanuddin.

Burhanuddin menilai koperasi mempunyai masa depan yang sangat baik. "Koperasi mempunyai masa depan yang cerah. Karena di masa depan itu tanpa kolaborasi tanpa komunikasi, tidak bisa kita menyelesaikan persoalan-persoalan bangsa kita," pungkasnya. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: