Sampah Plastik Antarkan Ummi Ningsih Raih Award Perempuan Pengusaha 

TrubusPreneur
By Karmin Winarta | Followers 0
10 Feb 2019   11:00

Komentar
Sampah Plastik Antarkan Ummi Ningsih Raih Award Perempuan Pengusaha 

Ummi Ningsih, pemberdaya dari lombok (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Ibu yang satu ini layak mendapatkan sebutan super woman. Namanya Ummi Ningsih. Saat ini ia tinggal di Narmada, Lombok Barat, NTB. Perempuan asal Jogja ini sejak beberapa tahun lalu telah melakukan pemberdayaan pada warga di sekitarnya untuk memajukan wilayahnya.

Beberapa kegiatan yang saat ini sedang dilakukan adalah mulai dari integrated farming sampai pengelolaan sampah plastik. Karena ketekunanya ini Ummi Ningsih menjadi salah satu penerima award "53 Perempuan Pengusaha" yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Yayasan Rumah Energi.

Kepada Trubus.id ia menyampaikan awalnya ia mengelola sampah organik yang terintegrasi dengan peternakan sapi miliknya. Ia mengolah kotoran sapi menjadi biogas, lalu sisa kotorannya digunakan sebagai pupuk sekaligus pestisida organik.

Baca Lainnya: Maya Stolastika Sukses Kembangkan Pertanian Organik dengan Pemasaran Terbalik

Setelah integrated farming-nya berjalan, idenya berkembang untuk mendaur ulang sampah plastik. Sejak November 2013 kegiatannya bertambah, yakni mengelola sampah plastik agar mempunyai nilai ekonomis.

Saat itu ia menjadi ketua PKK di wilayahnya. Ia pun mensosialisasikan program-program PKK, termasuk mengajak warga untuk mendaur ulang sampah plastik. Selain bisa menyelamatkan lingkungan juga bisa menghasilkan income tambahan.

Ia pun melibatkan beberapa dusun dalam program daur ulang sampah plastik ini. Namun di lapangan ia menemukan fakta yang cukup mengejutkan.

"Ternyata banyak warga yang kurang menyadari pentingnya mendaur ulang sampah. Akhirnya hanya sedikit saja yang tertarik, "katanya.

Namun Ummi tidak menyerah. Dari warga yang berminat, ia membuat kelompok-kelompok. Sampai saat ini baru terdapat 10 kelompok yang mengerjakan daur ulang sampah plastik dan organik.

Baca Lainnya: Herwita S. Rosalina: Menjadi Petani Organik Mendekatkan Tujuan Hidup Saya

Ia pun melakukan edukasi bagaimana cara mengelola sampah dan mendaur ulang agar punya nilai ekonomi kepada mereka. Setelah beberapa waktu berjalan, warga sekarang sudah mampu mengubah limbah plastik menjadi bahan setengah jadi yang bisa dipakai untuk membuat barang kerajinan.

Kini tak hanya warga Lombok dan sekitarnya yang belajar. Bahkan beberapa kali tamu dari berbagai negara datang ke tempat workshop yang ia namai Paman Sam (Pengelolaan dan Pemanfaatan Sampah). Mereka berasal dari Jepang, New Zaeland, Belanda, Jerman. Warga negara asing tersebut tidak hanya belajar soal daur ulang sampah plastik, namun juga belajar bahasa Indonesia dengan tema lingkungan.

Mereka melakukan kunjungan biasanya bersama mahasiswa UNRAM ( Universitas Mataram).

Ummi Ningsih berharap, ke depan, kelompok yang kelola makin bertambah maju dan sukses. Ia mengatakan salah satu indikatornya adalah kegiatan yang mereka lakukan mampu menghasilkan uang. Karena dari situ warga baru mau mengikuti jejaknya.

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: