Pameran Tenun Ikat Sikka 15-17 Februari untuk Keberlanjutan Budaya

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
08 Feb 2019   06:00

Komentar
Pameran Tenun Ikat Sikka 15-17 Februari untuk Keberlanjutan Budaya

Kain tenun sikka, NTT (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Pameran Tenun Ikat Sikka yang diselanggarakan oleh Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) bersama Yayasan Sahabat Cipta pada tanggal 15-17 Februari 2019 di Atlet Century Park Hotel, Jakarta, bertujuan untuk menjaga keberlanjutan usaha budaya Tenun Ikat Sikka.

Acara yang bertajuk "Tenun Ikat Sikka Auction & Marketplace 2019" akan menghimpun dana guna menguatkan MPIG Tenun Ikat Sikka. Dengan dana yang terkumpul ditargetkan dapat memberikan pelayanan kepada para penenun dan pelaku kreatif sehingga bisa memastikan keberlanjutan usaha, pelestarian, dan regenerasi penenun.

"Acara ini akan diisi dengan lelang kain Tenun Ikat Sikka bernilai tinggi, demo pembuatan tenun, pameran kain berusia tua, flashmob Goyang Maumere, penjualan kain dan selendang Tenun Ikat Sikka dengan motif yang dilindungi yang sebagian besar menggunakan pewarna alam, serta pameran dan penjualan produk fashion yang terbuat dari bahan Tenun Sikka," kata Dollaris Riauaty, Ketua Penyelenggara dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (7/2).

Baca Lainnya : Gadis Ini Ajak Selamatkan Lingkungan dengan Tenun Ikat NTT Warna Alam 

Dikatakannya, scara tersebut akan dihadiri oleh 10 orang penenun dan pelaku kreatif tenun dari kabupaten Sikka. Selain itu, ada juga produk fashion dari delapan rumah desain seperti Batik Tenun Njonjah Poenja, LeVico, Noesa, Niora, Indhe Indonesia Bag, Oriep Indonesia, Racheli dan Ita Selaras.

Selama tiga hari, pencinta, kolektor, dan penggiat wastra tenun Indonesia serta masyarakat luas berkesempatan untuk mendapatkan kain dan produk fashion Tenun Ikat Sikka dengan beragam motif yang cantik dengan cerita dan filosofi yang terkandung di dalamnya.  

"Tenun Ikat Sikka Auction & Marketplace 2019" didukung oleh Pemerintah Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Pemerintah Provinsi NTT, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Badan Ekonomi Kreatif, Kementerian Pariwisata, Pemerintah Swiss melalui Proyek Indonesian-Swiss Intellectual Property (ISIP), dan Ford Foundation.

Baca Lainnya : Hampir Lenyap, Perempuan Ini Siap Bangkitkan Tenun Ikat Tidore

Acara ini juga  bagian dari rangkaian kegiatan peringatan World Intellectual Property Day yang diadakan setiap tahun pada tanggal 26 April. 

Tenun Ikat Sikka merupakan karya seni budaya kain tradisional Indonesia yang bernilai tinggi yang berasal dari wilayah kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Tenun ini merupakan tenun ikat pertama di Indonesia yang memperoleh perlindungan hukum kekayaan intelektual melalui Indikasi Geografis. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: