Menteri Desa Kagum dengan Pemberdayaan Ekonomi Desa Melalui Rumah Panjang

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
07 Feb 2019   19:30

Komentar
Menteri Desa Kagum dengan Pemberdayaan Ekonomi Desa Melalui Rumah Panjang

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo (Foto : Dok Kemendes PDTT)

Trubus.id -- Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo bangga dengan kreativitas camat dan kepala desanya yang kreatif dalam memberdayakan ekonomi warganya melalui Rumah Pajang. Rumah Pajang Taresa sendiri merupakan BUMDes Bersama / BUMDes Mart di Desa Margasakti, Kecamatan Padang Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara.

"Saya berkunjung menyaksikan Rumah Pajang bantuan dari Kemendes PDTT di Desa Margasakti ini, tapi yang paling saya banggakan dari empat desa yang saya kunjungi, kepala desanya sangat kreatif dalam memanfaatkan dana desanya. kalau dilihat di dalam rumah pajang itu isinya produk-produk olahan yang sudah dibuat dari desa sendiri" katanya, Rabu (6/2).

Eko berpendapat dengan kreatifitas dalam memberdayakan ekonomi menurutnya bisa meningkatkan nilai tambah dari masyarakat. Namun, tantangan yang ada di Bengkulu adalah konektivitas. Sehingga, perlu ada langkah dalam mengatasi permasalahan konektivitas di Bengkulu.

Baca Lainnya : Pemberdayaan Solusi Kemandirian Komunitas Adat Terpencil

"Jadi saya akan perjuangkan terus bantuan dari pemerintah pusat terkait konektivitas kabupaten di Provinsi Bengkulu," katanya.

Sementara itu, Camat Padang Jaya Syarifah Inayati yang juga merupakan putri dari transmigran mengatakan bahwa Rumah Pajang Taresa dikelola oleh BUMDes Bersama, yang terdiri dari tiga desa yaitu Desa Margasakti, Desa Tanjung Harapan, dan Desa Tambak Rejo. Kemudian diberi nama BUMDes Mart Tanjung Rejo Sakti. Unit usahanya terdiri dari perikanan, ekonomi produktif, dan perkebunan karet dan sawit.

"Rumah Pajang itu semacam rumah yang diperuntukan untuk menampung hasil produksi/olahan masyarakat untuk dijual. Dan dikelola oleh BUMDes Bersama. Diharapkan dananya bisa bergulir, jadi ketika tidak ada lagi bantuan, mereka tetap mandiri," katanya.

Baca Lainnya : Jokowi Ingin Dana Desa juga Dipakai untuk Tingkatkan Pemberdayaan

Diterangkannya, bahwa program yang merupakan bantuan murni dari Kemendes PDTT di bagian PKP tahun 2018 ini memiliki tujuan pertamanya tidak mencari laba, tetapi untuk menumbuhkan usaha ekonomi kreatif yang ada di masyarakat.

"Jadi masyarakat bisa meningkatkan pendapatan tanpa harus jauh-jauh berjualan, bisa langsung beli di sini (Rumah Pajang), dan kecamatan pun kalau ada tamu, kami tidak kesulitan lagi beli oleh-oleh, cukup ambil di sini saja," terangnya.

Baca Lainnya : Yogyakarta Bentuk Kelompok Kuliner untuk Dorong Pemberdayaan Masyarakat

Bentuk bantuan yang sudah diberikan berupa peralatan sebesar Rp350 juta, permodal BUMDes dari pernyertaan modal BUMDesnya sebesar Rp35 juta/desa. Harapannya, stimulan untuk menambah modal, akan dipacu dan ini menurutnya diharapkan menjadi modal terakhir sehingga bisa mandiri pengelolaannya. "Bantuannya ke bentuk yang lain tidak hanya modal," katanya.

Mayoritas desa di Kecamatan Padang Jaya ini hasil kebunnya sawit dan karet, Desa Margasakti akan mendapat bantuan pengolahan minyak goreng dari kementerian memberikan bantuan mesin yang akan dikembangkan dan dikelola BUMDes. "Bahannya banyak tersedia di masyarakat," pungkasnya. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: