Dari Modal Rp94.500 Hingga Punya Aset Rp6,9 Miliar, Ini Kisah Sukses KSU Rejosari

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
07 Feb 2019   09:00

Komentar
Dari Modal Rp94.500 Hingga Punya Aset Rp6,9 Miliar, Ini Kisah Sukses KSU Rejosari

Kantor KSU Rejosari (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Koperasi Serba Usaha (KSU) Rejosari menjelma menjadi koperasi yang sehat setelah berkiprah selama 31 tahun. Koperasi yang berdiri sejak 13 April 1988 itu, mulai beroperasi dengan modal Rp94.500. Kini, KSU Rejosari memiliki aset hingga Rp6,9 miliar.

Ketua Koperasi KSU Rejosari, Hj Elwi mengatakan, awal berdiri, koperasi ini memiliki anggota 18 orang saja dengan simpanan pokok Rp5 ribu dan simpanan wajib Rp250 dengan pinjaman yang diberikan maksimal Rp20 ribu.

"Selain aset enam koma sembilan miliar Rupiah, kami juga punya 2 bidang tanah dan sebuah gedung yang dibangun dengan dana hibah dari Sisa Hasil Usaha (SHU) anggota," ujar Hj Elwi, Rabu (6/2).

Kini, jumlah anggota koperasi KSU Rejosari mencapai 320 orang dengan simpanan wajib per orangnya hanya Rp10 ribu dan pinjaman maksimal Rp250 juta.

Baca Lainnya : Dinas Koperasi UMKM Bantu 1.040 UMKM Terdampak Bencana di Palu

"Ini merupakan keberhasilan yang dicapai tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tentunya membutuhkan perjuangan yang luar biasa," katanya.

Kunci sukses koperasinya ada pada kepatuhan terhadap prinsip koperasi tentunya yang harus dipegang teguh.

"Melalui kebijakan berupa peraturan yang sudah kami mufakati, menjadi komitmen yang harus di taati oleh semua anggota," jelasnya.

Ketua Koperasi KSU Rejosari, Hj Elwi (Foto: Istimewa)

Seperti keanggotaan dengan sistem penjamin anggota lama dengan tujuan agar menghindari resiko. Selain itu, permodalan sistem simpanan khusus.

"Kemudian untuk menciptakan penguatan modal menuju koperasi mandiri. Dua sistem ini, terbukti menjadi senjata ampuh untuk menyamakan persepsi anggota dan penguatan modal," terangnya.

Baca Lainnya : Pengawasan Koperasi Makin Diperketat dengan SDM dan Bimtek

Terwujudnya penguatan modal ini dikatakan Elwi tidak lepas dari pembinaan yang sudah diberikan oleh pemerintah melalui Dinas Koperasi dan UKM Kota Pekanbaru; Dinas Koperasi Perdagangan dan UKM Provinsi Riau; serta Kementrian Koperasi Republik Indonesia melalui LPDB.

"Di mana, KSU Rejosari mendapat kepercayaan pinjaman tiga miliar Rupiah dan akan lunas Desember 2019 ini," katanya.

Baiknya pengelolaan koperasi ini sempat menjadi viral di media sosial. Khususnya di dunia usaha perkoperasian. Banyak pengurus koperasi dari luar daerah Riau yang melakukan studi banding ke koperasi yang berada di Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, ini.

"Selain dari Riau, ada juga yang dari Aceh; Palembang; Bengkulu; Sumatera Barat. Bahkan anggota DPRD dari Kepulauan Bintan, Dinas koperasi dan UKM Kota Pasuruan, Jawa Timur, juga pernah datang kesini," ujarnya.

Baca Lainnya : Koperasi Sangiang Dora Dampingi Peluncuran Kopi Gunung Karang

Sementara itu, Kepala dinas Koperasi dan UMKM Kota Pekanbaru, H. Idrus menyatakan, koperasi harus bisa meningkatkan usaha produktif untuk meningkatkan pendapatan seluruh anggota koperasi.

"Saat ini, di Kota Pekanbaru banyak berdiri koperasi. Tapi, banyak pula yang mati suri. Apabila dua tahun koperasi tidak melaksanankan rapat anggota tahunan (RAT), Kementerian Koperasi dan UMKM mengambil tindakan tegas untuk membubarkan Koperasi yang bersangkutan," ujar Idrus.

Keberhasilan KSU Rejosari dalam meningkatkan perekonomian ini  tentu dapat menjadi contoh bagi koperasi lainnya di kota Pekanbaru dan di Provinsi Riau.

"Tentunya ini baik untuk mensejahterakan anggotanya yang notabenya mereka pengusaha UMKM yang ada di Kota Pekanbaru," pungkasnya. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: