Remake City Jakarta Menjawab Kebutuhan Startup Wirausaha Sosial

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
04 Feb 2019   19:45

Komentar
Remake City Jakarta Menjawab Kebutuhan Startup Wirausaha Sosial

Romy Cahyadi, CEO Instellar (kiri), bersama 4 CEO startup wirausaha sosial (Foto : Dok Remake City Jakarta)

Trubus.id -- Saat ini social enterprise atau wirausaha sosial berkembang cukup pesat di Indonesia. Para wirausahawan sosial muda menggunakan pendekatan bisnis dan memanfaatkan inovasi terbaru untuk menyelesaikan masalah-masalah sosial di sekitarnya dengan menggunakan teknologi. Namun, tidak sedikit wirausaha sosial yang mengalami hambatan menuju kesuksesan dikarenakan kurangnya investasi atau dukungan dari pihak lain.

Menjawab kebutuhan tersebut dan sebagai pendukung ekosistem social enterprise di Indonesia, Instellar berkolaborasi dengan Korea International Cooperation Agency (KOICA), Crevisse Partners, dan Merry Year Social company (MYSC) menyelenggarakan program Remake City Jakarta.

Keberadaan program akselerasi telah menjadi faktor penggerak dalam perkembangan ekosistem startup. Remake City Jakarta, sebagai salah satu program akselerasi yang berfokus pada pemecahan masalah sosial melalui bisnis yang inovatif, hadir sebagai solusi terhadap pemenuhan kebutuhan tersebut.

Baca Lainnya : Simak 4 Tips Berwirausaha ala Jokowi

Tujuan utama dari program ini adalah untuk mendukung social enterprise dengan potensi pertumbuhan dan semangat kewirausahaan yang tinggi, selain itu juga menghubungkan mereka dengan impact investor. 

“Remake City Jakarta kali ini berfokus pada bisnis yang memanfaatkan teknologi digital untuk mengatasi tantangan signifikan dalam pertanian, kesehatan, keuangan inklusif, dan proses produksi perusahaan kecil di industri mode. Penggunaan teknologi digital memungkinkan tantangan-tantangan ini ditangani secara efisien untuk menciptakan dampak yang besar. Kami berharap program ini dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk menggunakan teknologi untuk mengatasi tantangan di banyak sektor lain dan menciptakan dampak besar," ujar Romy Cahyadi, CEO Instellar di Jakarta baru-baru ini.

Romy Cahyadi, CEO Instellar (Foto: Dok Remake city)

Rommy menerangkan, dari 30 peserta yang mengikuti program Remake City Jakarta batch 2 ini akhirnya terpilih 4 startup terpilih. Keempat startup terpilih ini telah lolos dari berbagai tahap seleksi yang meliputi business plan, financial statement, budget plan, dan penilaian dampak sosialnya. Keempat startup ini kemudian mendapat dana hibah (US$15 ribu- 35 ribu) dari KOICA, dan kesempatan untuk mendapatkan investasi yang diberikan oleh Crevisse Partners.

Baca Lainnya : Cetak Pengusaha Muda, Universitas Ini Berlakukan 9 SKS Kelas Kewirausahaan

“Perbedaannya dengan batch 1 adalah kini ada kewajiban penggunaan teknolgi digital. Penggunaan teknologi digital memungkinkan tantangan dapat ditangani secara efisien untuk menciptakan dampak yang besar, Tujuan utama dari program ini adalah untuk mendukung social enterprise dengan potensi pertumbuhan dan semangat kewirausahaan yang tinggi, dan menghubungkan mereka dengan impact investor,” ujarnya.

Keempat startup tersebut adalah Eragano, platform keuangan dan marketplace yang terintegrasi untuk petani kecil. Gandengtangan.org, memberikan bantuan kepada usaha-usaha mikro melalui platform peminjaman peer-to-peer. Kostoom, menghubungkan pelanggan dan pelaku usaha mode dengan penjahit rumahan melalui platform yang terintegrasi. WeCare.id, platform crowdfunding untuk pasien kurang mampu yang membutuhkan bantuan medis.

Suasana media gathering bersama 4 startup (Foto: Dok Remake City)

Dengan dana yang diperoleh, Stephanie Jesselyn, CEO Eragano, mengungkapkan akan mengalokasikan dana hibah tersebut untuk membangun station center. “Jumlah petani registered sekarang ada 400 ribu orang dan yang sudah melakukan transaksi ada 9 ribu orang. Rencana kami mau membuat 10 station center lagi untuk tempat-tempat pengeringan panen,” katanya.

Baca Lainnya : Hadapi Bonus Demografi, Kemenperin Ciptakan Wirausaha Muda Kreatif

Sementara itu Putry Yuliastutik, CEO Kostoom, akan menggunakan dana hibah untuk pengembangan teknologi digital terutama mobile apps. “Kostoom ingin mengembangkan marketing dan design packaging, serta tentunya pengembangan website dan aplikasi," katanya.

Senada dengan Putry, Darul Syahdanul, Chief of Operation and Community Gandengtangan akan menggunakan dana untuk pengembangan mobile apps. "Dana hibah tadi buat mobile apps android supaya bisa inves dari appsnya", katanya. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: