Pelaku UMKM Ingin Jualan di Stasiun MRT, Siapkan Rp1,3 Juta per Bulan

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
01 Feb 2019   09:30

Komentar
Pelaku UMKM Ingin Jualan di Stasiun MRT, Siapkan Rp1,3 Juta per Bulan

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan PT Moda Raya Terpadu Jakarta memberikan kesempatan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor kreatif untuk berjualan di stasiun MRT. Namun ada beberapa persyaratan yang harus dilakukan para pelaku UMKM, salah satunya dengan membayar sewa Rp1,3 juta per bulan.

Salah satu pelaku usaha yang tertarik dan sudah mendaftarkan diri adalah Foodtruck Budhe Suroboyo. Bisnis berkonsep food truck yang berbasis di Jakarta ini akan menjual kuliner tradisional.

"Kami UMKM yang membawa misi makanan tradisional dengan kualitas terjamin. (Kami) sudah mendaftar, semoga bisa didukung dan diterima," tulis Foodtruck Budhe Suroboyo pada laman Instagram @bekrafid.

Bekraf menyampaikan ada 3 subsektor ekonomi kreatif yang bisa terlibat, yaitu pelaku usaha fesyen, kuliner, dan kriya. Ketiganya merupakan bidang andalan sejalan dengan besarnya kontribusi terhadap produk domestik bruto ekraf.

Adapun UMKM bidang fesyen dan kriya disediakan tempat di Stasiun Mass Rapid Transit (MRT) Lebak Bulus, Fatmawati, dan Dukuh Atas. Sementara itu, outlet UMKM kuliner bertempat di Stasiun Lebak Bulus, Fatmawati, Hj. Nawi, dan Blok A.

Kesempatan berjualan di stasiun membuka perhatian warganet di kolom komentar @bekrafid. Salah satunya pemilik akun @fufah_sda mempertanyakan wilayah atau lokasi pelaku UMKM yang boleh mendaftar. "Khusus area Jakarta saja? Kalau dari luar Jakarta apakah boleh (daftar)?" tulisnya.

Bekraf menyampaikan pendaftaran dilakukan secara daring melalui www.retailumkm.jakartamrt.co.id terbuka bagi pelaku UMKM fesyen, kriya, dan kuliner se-Indonesia. Siapa saja bisa mendaftarkan dengan proses seleksi sesuai syarat dan kriteria berlaku.

PT MRT Jakarta sendiri menetapkan sekitar 23 syarat umum ditambah beberapa poin lain berlaku khusus untuk masing-masing subsektor usaha kreatif. Calon tenant yang menerapkan sistem waralaba tidak diperkenankan mengajukan diri.

Beberapa hal teknis yang menjadi syarat, yaitu:

  • Membayar sewa Rp1.360.000 per bulan, proses produksi barang berlangsung di dalam negeri
  • Memiliki data jelas terkait kapasitas produksi bulanan
  • Bersedia membuka gerai di stasiun MRT Jakarta minimal tiga bulan

Selain itu, pendaftar juga wajib membuat daftar produk plus harga serta gambar produk dan kemasannya. Pelaku UMKM harus menyusun rencana pemasaran dan proyeksi selama dua tahun ke depan. Tak lupa, laporan keuangan toko atau merek dagang perlu dicantumkan.

Yang utama pelaku UMKM kreatif yang akan mendaftar diharuskan memiliki produk orisinil dan tidak mengimitasi merek lain. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: