Peluang Diaspora Indonesia Jadi Agen Produk UKM

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
24 Jan 2019   13:30

Komentar
Peluang Diaspora Indonesia Jadi Agen Produk UKM

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Hermawan Kartajaya saat kunjungan kerjanya ke Orlando, Amerika Serikat, Kamis (23/1), mengatakan Diaspora Indonesia dinilai potensial menjadi agen untuk mempromosikan produk UKM Tanah Air di luar negeri. Maka diharapkan jaringan pemasarannya kian luas ke seluruh penjuru dunia sehingga mendukung pengembangan pasar UKM di Indonesia.

"Memang sangat besar potensi diaspora Indonesia yang tersebar di seluruh dunia ini untuk pengembangan UKM di Indonesia," ujar Hermawan.

Menurutnya, selama kunjungan kerja di AS, dirinya menemukan banyak diaspora Indonesia yang memiliki antusiasme dan ketertarikan mengembangkan UKM di Tanah Air. Seperti Rosidah Siegel Harris asal Yogyakarta yang sudah lama tinggal bersama suaminya yang berdarah Amerika di Orlando.

Baca Lainnya : Hadapi Revolusi Industri 4.0 Kemenkop UKM Jalin Kerja Sama dengan India

Selain itu, ada Putri Retno Savitri juga dari Yogyakarta dan keluarga, termasuk satu cucu di Orlando.

"Kedua ibu dari Yogyakarta ini saya temui bersama Roy Laurens, President Vida (Voice Of Indonesia, Florida) di Resto Bonchon yang dipunyai Andreas Marpaung, yang juga diaspora Indonesia pada 22 Januari malam," ujarnya.

Menurutnya, mereka merupakan contoh beberapa diaspora Indonesia yang punya bisnis sendiri di Orlando. Seperti Rosidah dan Putri yang mempunyai bisnis unik, yaitu Funeral Casket dari Rotan.

"Mereka berdua melihat peluang akibat perang dagang AS-China, di mana impor peti mati rotan dari Tiongkok pajaknya naik dari 3% jadi 10%. Bahkan katanya malah akan naik jadi 15%," ujarnya.

Merespons hal tersebut, Sondi (suami Putri) yang pernah menjadi GM Express Taxi di Surabaya mengatakan sudah menemukan UKM Cirebon yang bisa membuat produk semacam itu.

Baca Lainnya : Indonesia-Malaysia Tingkatkan Kerja Sama UKM Ukiran Kayu

"Dan pajak impornya, kalau dari Indonesia akan tetap 3%. Sebuah peluang Indonesia di balik krisis global," ujarnya.

Sedang Roy Laurens, kandidat doktor untuk computer science dari University of Central Florida (UFC) dan sudah lama di Orlando juga mempunyai bisnis online yang sukses, yakni Maximuscards.com

"Ia menjalankannya bersama sang ipar, Budiman Koswara yang tinggal di Tampa, Maximus sudah lebih dari sepuluh tahun melayani penjualan berbagi digital card termasuk i-Tunes Card ke 150 negara, termasuk Amerika sendiri," ujarnya.

Sementara itu, Andreas yang juga kandidat doktor computer science UCF, sukses membuka usaha waralaba Kumon dari Jepang dan Bonchon dari Korea Selatan.

Baca Lainnya : Pertumbuhan UKM Surabaya Terus Meningkat

"Inilah sebagian dari berbagai contoh diaspora Indonesia di Orlando yang juga menjalankan berbagai bisnis," ujarnya.

Di samping itu, rencananya pada 7 Februari 2019, Vida akan menyelenggarakan "Malinkundang Show" di Phillips Center for Performning Arts yang  di Orlando.

"Mereka memang sangat bersemangat. Sebagian dispora sudah jadi US Citizen, tapi masih sangat cinta Indonesia," ujar Konjen RI di Houston Nana Yuliana yang meng-cover 12 negara bagian termasuk Florida. Nana akan datang sendiri sekaligus mendukung pementasan seni Indonesia itu.

Sementara Hermawan dengan dukungan Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga, menjanjikan untuk selalu mendukung kerja sama antara diaspora Indonesia di Orlando dengan para UKM Indonesia. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: