Mengenal Kampung Paling Mandiri, Kampung Kasih Sayang di Bukit Tua

TrubusPreneur
By Karmin Winarta | Followers 0
13 Jan 2019   14:30

Komentar
Mengenal Kampung Paling Mandiri, Kampung Kasih Sayang di Bukit Tua

Salah satu sudut Kampung Kasih Sayang (Foto : Yose Piliang)

Trubus.id -- Pemerintah kini gencar melakukan program pemberdayaan kepada di seluruh Indonesia dengan program dana desa. Namun di Dusun Bukit Tua, Kelurahan Telaga Said, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat , Sumatera Utara sejak beberapa tahun lalu telah menjalankan konsep kemasyarakatan yang mandiri.

Setiap warga yang menghuni kampung seluas sekitar 7 hektare ini masing-masing mempunyai peran dalam kehidupannya. Masing-masing peran dianggap sama, tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah. Warga yang berprofesi sebagai dokter, guru, petani atau pedagang menjalankan tugasnya masing-masing, tanpa mendapatkan bayaran secara personal.

(Foto: Yose Piliang)

Pengelolaan kampung ini berada di bawah Yayasan Majlis Ta'lim Fardhu Ain ( MATFA). Syech Muhamad Sani, ketua yayasan kepada Trubus.id mengatakan, kampung MATFA memang menerapkan sistem ekonomi gotong royong. Semua warga yang berjumlah 1600-an jiwa ini bekerja bahu, membahu untuk mewujudkan desa yang mandiri dan sejahtera.

Baca Lainnya: Kreatif, Perempuan Ini Ubah Kain Tapis Lampung Jadi Clutch Unik dan Elegan

Semua penghuni di Kampung ini menempati rumah gratis yang disediakan, Juga fasilitas pendidikan, kesehatan dan makanan juga disediakan gratis.  Mereka bekerja untuk kepentingan bersama.

Di Kampung ini terdapat ekitr 300 rumah atau kepala keluarga. Rumah mereka sama, rumah khas melayu dengan warna kuning. Untuk keperluan makan, kampung ini mempunyai dapur umum yang bertugas untuk melayani kebutuhan makan seluruh warga.

(Foto: Yose Piliang)

"Ada 7 kelompok petugas piket yang selalu bekerja secara bergantian. Bahan makanan diambil dari lahan kampung yang ditanami sayuran dan juga dari kolam-kolam ikan yang dikelola bersama.

Warga Kampung MATFA memerlukan sekitar 250 kilogram ikan setiap harinya, 6 ton minyak goreng sebulan, lebih 4 juta butir telur, 12 ton gula dan berton-ton cabai merah. Jika dihitung, pengeluaran setiap bulan kampung ini mencapa  Rp 250 juta.

Kebutuhan pendidikan anak-anak juga disediakan, dari TK sampai SMP

Di Kampung ini terdapat pertanian, perikanan, perdagangan, perindustrian dan juga pendidikan. Kampung MATFA mempunyai konsep yang sangat unik, sangat berbeda dengan-kampung yang kita pahami selama ini.  Karena pengelolaanya di bawah yayasan, seluruh Kampung MATFA dianggap satu keluarga yang harus saling mengasihi dan menyayangi.

Karena itulah kampung ini terkenal dengan nama Kampung Kasih Sayang.

"Awalnya kita menuntut ilmu agama dengan Tuan Imam atau Muhammad Imam Hanafi . Di sini kami belajar agama, berbangsa dan bernegara Indonesia" katanya.  

Baca Lainnya: Nauval, Entrepreneur Muda dari Boyolali yang Berdayakan 250 Petani Susu

Menurutnya, warga Kampung Kasih Sayang terbuka dengan seluruh agama yang ada di Indonesia. Merek menjalin hubungan baik, silaturahmi selaku anak bangsa.

"Prinsip yang diajarkan Tuan Iman, agama itu mempunyai tujuan sama: agar orang beragama itu tidak kacau, " tambahnya.

(Syech Sani)

Ia menganalogikan semua agama di Indonesia itu dimisalkan satu batang tubuh. Bersatunya semua agama adalah indonesia yang sejati. 

Kampung ini terbuka untuk siapa saja. Beberapa orang malah menjadikan kampung ini sebagai destinasi wisata, selain tentu saja ada beberapa lembaga atau instansi yang melakukan studi banding mengenai sistem perekonomian yang diteraplan di Kamping MATFA ini.

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: