Ganjar Pastikan Siswa Tidak Mampu Tetap Bisa Sekolah Melalui Jalur Nilai dan Akademik

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
09 Jan 2019   21:30

Komentar
Ganjar Pastikan Siswa Tidak Mampu Tetap Bisa Sekolah Melalui Jalur Nilai dan Akademik

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengungkapkan, siswa dari golongan tidak mampu tetap bisa bersekolah meski penggunaan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) bakal dihapus. Namun, siswa tersebut tidak lagi bisa memilih sekolah sesuai keinginannya. Karena sudah memakai jalur nilai dan prestasi akademik.

Ganjar mengungapkan, keputusan menghapus penggunaan SKTM pada masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) besok, Kamis (10/1) sudah bulat. Pergub terkait PPDB saat ini tengah dibahas dan disosialisasikan kepada masyarakat di 13 cabang Dinas Pendidikan di Jateng.

"Meski SKTM dihapus, siswa miskin tidak usah khawatir. Siswa miskin kami pastikan tetap bisa sekolah dan dibiayai oleh negara, minimal 20 persen dari aturan Permendikbud. Itu minimal, jadi masih bisa lebih dari itu," ujar Ganjar, Rabu (9/1).

Baca Lainnya : Jokowi Minta Mendikbud Edukasi Bencana Masuk Sistem Pendidikan

Meski begitu, saat ini proses penerimaan siswa jalur miskin tak akan lagi dipakai. Melainkan diganti dengan jalur nilai dan prestasi akademik.

"Kami jamin siswa miskin tetap bisa sekolah. Namun mohon maaf anda tidak bisa sekolah sesuai keinginan, silakan sekolah sesuai tempat sesuai nilai dan prestasi akademikmu, nanti negara akan memberikan biaya," tambahnya.

Selama ini Pemprov Jateng telah memberikan bantuan untuk siswa miskin. Dari Rp 700 ribu per anak menjadi Rp 1 juta per anak. Dikatakannya, jumlah ini rencananya terus ditambah. Sehingga wacana penghapusan SKTM ini diharapkan tak membuat orang tua siswa tidak mampu menjadi resah.

Baca Lainnya : Kurangi Risiko Bencana Melalui Teknologi dan Pendidikan Siaga Bencana

Ganjar juga tak menampik jika maraknya kasus penyalahgunaan SKTM pada penerimaan peserta didik baru tahun lalu memang menjadi alasan penghapusan SKTM. Dijelaskannya, kalau disalahgunakan macam itu malah membuat dunia pendidikan tercoreng. Melalui tindakan-tindakan demoralisasi para orang tua mampu yang mengaku miskin agar anaknya bisa belajar di sekolah favorit.

Pemprov Jateng sendiri saat ini juga sedang mengupayakan meningkatkan kualitas sekolah-sekolah di wilayahnya. Supaya ke depan semua sekolah bisa jadi favorit bagi siswa dan orang tuanya.

Baca Lainnya : Halohola Wujud Pemerataan Pendidikan di Daerah oleh Kemendes PDTT

"Akan kami perbaiki semuanya, baik dari segi metode belajar mengajar, sarana pendukung minimal serta tenaga pengajar yang profesional. Guru-guru sekolah pinggiran bisa saja disekolahkan ke luar negeri untuk menambah pengalaman, serta guru-guru berprestasi akan disebar di beberapa sekolah agar terjadi pemerataan," jelasnya.

Mengenai Pergub PPDB, Ganjar mengungkapkan bahwa sekarang sedang dibahas dan akan dicocokkan dengan Permendikbud yang juga sedang ada perubahan. Lalu, upaya yang saat ini dilakukan adalah melakukan sosialisasi kepada wali murid, Kepala Desa, Dinas Sosial, Kepolisian serta masyarakat luas mengenai hal itu.

"Karena Permendikbud juga sedang ada penyusunan draft, maka kami minta agar nantinya jika ada sesuatu yang bersifat lokalitas, maka kami akan mendorong Permendikbud mengatur yang umum saja, sementara lainnya diatur dan disesuaikan dalam Pergub," tandasnya. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: