Desa Wisata Kertajaya Creative Destination Raih Penghargaan Ramah Lingkungan

TrubusNews
Thomas Aquinus
31 Des 2018   21:30 WIB

Komentar
Desa Wisata Kertajaya Creative Destination Raih Penghargaan Ramah Lingkungan

Desa Wisata Kertajaya Creative Destination di Kampung Sodong (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Pengembangan Desa Wisata Kertajaya Creative Destination di Kampung Sodong, Desa Kertajaya, Padalarang, Bandung, memperoleh apresiasi dari pemerhati dan praktisi lingkungan hidup. 

Dikatakan aktivis lingkungan Berry Nahdian Furqon, desa yang dibina Pertamina Berdikari, salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina tersebut, layak diapresiasi karena mengintegrasikan  konsep ramah lingkungan dan wisata.

"Selain memberi penghargaan, pemerintah juga dapat menjadikan desa tersebut sebagai percontohan bagi desa-desa lain," ujar Berry Nahdian di Jakarta.

Baca Lainnya : Destinasi Desa Wisata Rajati Mampu Raup Jutaan Dalam Sehari

Adapun Desa Kertajaya Creative Destination, binaan Pertamina Terminal BBM Bandung Group mendapat penghargaan Proper untuk kategori emas. Proper adalah Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan. 

Sebelumnya, penghargaan kategori emas tersebut diserahkan pada Malam Penganugerahan Proper periode 2017-2018, Kamis (27/12) di Jakarta oleh Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK) Siti Nurbaya.

Dijelaskan Berry, desa tersebut sangat layak menjadi contoh karena banyak sekali keuntungan ekonomi dan lingkungan dari pengimplementasian desa wisata ramah lingkungan itu. 

Salah satunya adalah upaya efisiensi dalam penggunaan energi alternatif melalui penggunaan "Wind Turbine" atau kincir angin, yakni pembangkit tenaga listrik yang memanfaatkan energi angin.

Baca Lainnya : Upaya Menciptakan Desa-Desa Wisata di Kecamatan Silahisabungan

Dikatakan juga bahwa desa wisata yang dikembangkan akan memicu aktivitas ekonomi, seperti kunjungan wisatawan lokal dan asing yang dapat menggerakkan roda perekonomian sehingga menambah pendapatan masyarakat. 

Sementara itu dari aspek lingkungan, Berry yang juga mantan Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Indonesia mengungkapkan desa binaan tersebut bisa mengurangi bahan-bahan yang berbahaya, contohnya program diet kantong plastik. Selain itu, juga sampah segel mobil yang didaur ulang dan disulap menjadi berbagai kerajinan bernilai ekonomis dan bahkan dapat diekspor. 

"Daur ulang sampah ini sangat bagus  bagi lingkungan. Dan ini mencegah adanya pencemaran dan kerusakan lingkungan, Inilah manfaat wisata terpadu antara ekonomi dengan aktivitas yang ramah lingkungan," ujarnya. 

Selain memberikan jalan keluar persoalan ekonomi dan lingkungan, Berry juga mengapresiasi Pertamina yang peduli terhadap pemberdayaan masyarakat melalui desa tersebut. 

"Ini sudah bagus. Tapi kebijakan ini sebaiknya jadi kebijakan yang lebih luas tidak hanya pilot project sehingga kolaborasi dengan masyarakat lebih kuat dan lebih luas," ujarnya. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Syarat Pengembangan Desa Pesisir Menjadi "Dewi Bahari"

Pendampingan   18 Mei 2020 - 13:21 WIB
Bagikan: