Cetak Pengusaha Muda, Universitas Ini Berlakukan 9 SKS Kelas Kewirausahaan

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
22 Des 2018   12:00

Komentar
Cetak Pengusaha Muda, Universitas Ini Berlakukan 9 SKS Kelas Kewirausahaan

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Jumlah wirausaha Indonesia yang baru mencapai 3,1% dari jumlah penduduk dinilai masih lebih rendah dibandingkan negara lain, seperti Malaysia 5%, China 10%, Singapura 7%, Jepang 11% maupun AS yang sudah mencapai 12%.

Oleh sebab itu, menciptakan wirausaha sudah harus dilakukan sejak dari awal, termasuk di lingkungan kampus. Hal inilah yang dilakukan Universitas Mercu Buana.

Bahkan, guna membentuk jiwa kewirausahaan mahasiswanya, Rektorat membebankan Mata Kuliah Kewirausahaan hingga 9 SKS (sistem kredit semester).

Baca Lainnya : Hadapi Bonus Demografi, Kemenperin Ciptakan Wirausaha Muda Kreatif

“UMB mendorong mahasiswa-mahasiswinya untuk menjadi pengusaha, bukan pekerja. Mereka harus mengikuti Mata Kuliah Kewirausahaan I hingga III dan masing-masing memiliki bobot 3 SKS,” ujar  Wahyu Hari Aji, Ketua Pelaksana Festival Kewirausahaan 2018 kepada wartawan di sela-sela pameran di Kampus UMB Meruya, Jakarta Barat.

Festival Kewirausahaan ini sebetulnya produk Mata Kuliah Kewirausahaan. Diterangkan, mata kuliah Kewirausahaan pertama bertujuan untuk menanamkan mindset wirausaha pada diri mahasiswa.

“Jiwa usaha mahasiswa dikembangkan dan diajak menemukan satu ide usaha,” katanya.

Ide usaha tersebut lalu diaplikasikan ke dalam poster dan akan dipamerkan pada acara seperti ini dengan harapan akan dilirik oleh investor.

Baca Lainnya : Kemenkop UKM Apresiasi Inovasi Wirausaha Muda Bali

“Kalau menurut mereka punya peluang, maka akan ditawari kerja sama,” kata Wahyu.

Lalu mata kuliah Kewirausahaan kedua, lebih kepada menciptakan produk atau jasa yang idenya sudah dibuat mahasiswa saat kuliah pertama.

“Nah di pameran ini mereka menciptakan produk atau jasa dan diperlihatkan di sini. Jadi bukan mereka beli lalu dijual di sini,” ujarnya.

Sementara itu mata kuliah Kewirausahaan 3, dijelaskan untuk mendorong mahasiswa mengembangkan produk yang sudah jadi agar dapat diterima di pasar.

“Bisa di-rebranding, kemasan diubah, rasa diubah, atau lainnya,” kata Wahyu.

Baca Lainnya : Puspayoga Targetkan Rasio Kewirausahaan Indonesia Sejajar Negara Tetangga

Wahyu menyebutkan, pada pameran kali ini menghadirkan 104 poster, 64 stand yang masing-masing memperlihatkan 5-10 produk berbeda.

“Satu kelompok usaha terdiri dari 3–5 orang lintas jurusan. Karena di sana ada orang yang mengurus bagian produksi, manajemen, atau penjualan,” katanya.

Menurutnya, dari kegiatan ini nantinya akan tersaring ide usaha yang akan masuk ke PKM Kewirausahaan. Hal tersebut untuk menghindari mahasiswa yang membuat ide usaha dan mewujudkan namun berhenti setelah mata kuliahnya selesai.

“Kalau lolos (PKM Kewirausahaan), maka mereka dapat dana pemibinaan dari Kemenristekdikti senilai Rp12 juta untuk memulai usaha,” katanya.

Sementara itu, pada bulan September akan diikutsertakan sebagai calon pengusaha pemula berbasis teknologi.

“Jadi nanti diarahkan ke startup berbasis teknologi. Kami ada bantuan empat pembiayaan dari Dikti total nilainya Rp1,3 miliar. Tapi untuk kuliner, kami kerja sama dengan banyak komunitas. Misalnya Berani Jadi Miliarder dan Tangan di Atas,” ujar Wahyu.

Baca Lainnya : Kemenperin Siap Fasilitasi Calon Wirausaha Kreatif dan Fesyen

Mengenai tingkat keberhasilan dari mata kuliah ini, Wahyu mengungkapkan, biasanya setiap kegiatan yang dilaksanakan setiap semester, mahasiswa yang usahanya lanjut sekitar 30 sampai 40-an usaha.

“Salah satu yang sukses adalah Macaroni King. Usaha kuliner yang saat ini mempunyai ratusan mitra itu berawal dari pameran ini,” katanya.

Sementara itu, Rektor UMB, Ngadino Surip, menginginkan, kewirausahaan mahasiswa tidak berhenti hanya sampai di sini saja.

“Pembinaannya harus berkelanjutan sehingga benar-benar bisa menciptakan pengusaha baru,” harapnya. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: