Perkembangan Wirausaha Sosial Harus Manfaatkan Dunia Digital

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
18 Des 2018   13:30

Komentar
Perkembangan Wirausaha Sosial Harus Manfaatkan Dunia Digital

Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bambang Brodjonegoro (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, kewirausahaan sosial akan terus berkembang di Indonesia jika memanfaatkan dunia digital.

"Maksudnya begini, social entepreneur akan semakin besar dan banyak pelakunya kalau mereka manfaatkan digital. Hal itu karena, saya perhatikan, jenis-jenis social entrepreneur yang bisa berkembang cepat adalah yang manfaatkan digital," ujar Bambang.

Menurutnya, digital harus dilihat sebagai keuntungan atau opportunity yang dapat memunculkan wirausaha sosial. "Justru pandangan saya, kalau digital ekonomi sekarang belum ada, mungkin jumlah entrepreneur juga lebih sedikit," ujarnya.

Baca Lainnya : Pertanian, Peluang Bisnis Wirausaha Sosial Paling Berkembang di Indonesia

Bambang juga menilai kewirausahaan sosial juga membutuhkan variasi bidang usaha. Dengan begitu, wirausaha tidak hanya bergerak di bidang perdagangan atau pertanian.

Namun untuk menjalankan kewirausahaan sosial, menurutnya perlu adanya pendanaan.

"Pendanaan pun tidak hanya bisa andalkan perbankan biasa tapi harus venture capital misalnya," kata Bambang.

Selain itu, regulasi juga harus mendorong agar kewirausahaan sosial bisa tumbuh sekaligus memberikan kenyamanan bagi para pelakunya untuk usaha.

Baca Lainnya : Pelaku Wirausaha Sosial Tidak Suka Gembar-gembor

"Kalau regulasi, sebenarnya nggak perlu terlalu diatur. Pengusaha malah malah jalan kalau nggak banyak diatur, justru kalau diatur mereka akan terhambat. Jadi yang penting mudahkan mereka," katanya.

Bambang menargetkan, wirausaha di Indonesia pada 2030 bisa tumbuh tiga sampai empat kali lipat dibandingkan jumlah sekarang. Hal tersebut cukup beralasan karena pada tahun tersebut Indonesia mendapatkan bonus demografi, yakni jumlah masyarakat mudanya lebih banyak dibandingkan orang tua.

"Karena sekarang secara jumlah dan kualitas, kita masih kurang wirausaha. Maka kurang untuk mendukung Indonesia jadi negara maju," ujarnya. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: