BPOM Canangkan Gerakan UMKM Jamu yang Berdaya Saing

TrubusPreneur
By Astri Sofyanti | Followers 1
12 Des 2018   14:30

Komentar
BPOM Canangkan Gerakan UMKM Jamu yang Berdaya Saing

Kepala BPOM Penny Lukito (Foto : Trubus.id / Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor obat tradisional atau jamu menjadi salah satu roda penggerak perekonomian dalam negeri. Sebanyak 786 industri jamu Indonesia didominasi oleh UMKM.

Dalam melakukan pendampingan, salah satu fokus Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) adalah melakukan pendampingan pembinaan teknis dan fasilitasi, sehingga UMKM jamu dapat memproduksi jamu yang memenuhi persyaratan dan standar keamanan, manfaat, dan mutu serta memiliki daya saing. 

Berdasarkan data pengawasan BPOM RI, sebagian besar UMKM jamu di Indonesia, yang berjumlah 83 persen dari total sarana produksi obat tradisional belum mampu memenuhi persyaratan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB). Bahkan belum banyak industri obat tradisional yang menerapkan aspek higienis, sanitasi, dan dokumentasi dalam proses produksinya.

Baca Lainnya : Kopi dan Jamu Semakin Disukai Turis Asing, Ini Buktinya

Untuk itu, dalam rangka pengembangan UMKM jamu, tahun 2018 BPOM RI menginisiasi “Program Terpadu Lintas Kementerian/Lembaga Pengembangan UMKM Berdaya Saing”. “Program ini berupa kegiatan Pendampingan UMKM Jamu yang dilaksanakan di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur sebagai pilot project pertama,” demikiam disampaikan Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito saat ditemui di Smesco Tower, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (12/12).

Program ini melibatkan kementerian terkait yaitu Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI, serta Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas-Dinas terkait di Kabupaten/Kota.

Penny menjelaskan bahwa pelaksanaan pendampingan terhadap UMKM jamu dilakukan melalui koordinasi dan advokasi dengan lintas sektor terkait, Pelatihan Kader Fasilitator Pendamping, serta pembinaan dan pelatihan teknis bagi UMKM jamu dalam CPOTB.

Baca Lainnya : Kemenperin Kenalkan Jamu pada Generasi Milenial

Sebanyak 34 Sertifikat CPOTB Bertahap diberikan kepada 34 UMKM jamu yang mengikuti program pendampingan, 25 Nomor Izin Edar (NIE) obat tradisional yang diproduksi oleh 8 UMKM Jamu yang mengikuti pendampingan, serta 24 sertifikat CPOTB dari 6 Industri Obat Tradisional (IOT).

“Penyerahan sertifikat CPOTB ini merupakan bukti keberhasilan dan komitmen bersama antara BPOM RI, pemerintah daerah dan pelaku usaha dalam program pengembangan UMKM berdaya saing. Hal ini harus menjadi pembelajaran bahwa komitmen dan usaha akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, bukan hanya untuk pelaku usaha, melainkan juga untuk masyarakat.” pungkas Penny. [NN]
 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: