Perkuat SDM Pasigala di Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Melalui Jitupasna

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
08 Des 2018   16:00

Komentar
Perkuat SDM Pasigala di Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Melalui Jitupasna

Melalui gambar wilayah, warga diajak petakan wilayah terdampak (Foto : Dok ERCB)

Trubus.id -- Masuk bulan ke tiga pascabencana gempa, tsunami dan likuifaksi di Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala), tim Emergency Response Capacity Building (ERCB) mulai memasuki tahap selanjutnya yaitu melakukan Kajian Kebutuhan Pascabencana (Jitupasna). Adapun saat ini ERCB sedang melakukan Jitupasna di 7 desa yang direncanakan 15 desa tersebar di Pasigala.

Jitupasna dengan metode Focus group discussion (FGD) yang dilakukan bersama lapisan masyarakat, diupayakan dapat mengetahui secara bersama kebutuhan pascabencana di desanya. Jitupasna yang diikuti lapisan masyarakat seperti kepala desa, kepala dusun, tokoh masyarakat hingga para ibu rumah tangga juga bertujuan memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM) pada bidang rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Agar mempunyai pemahaman yang sama mengenai pengkajian kebutuhan pascabencana, serta mampu menyusun dokumen rencana aksi rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana”, kata Titik dari LPTP Solo saat menjelaskan alasan keterlibatan masyarakat dalam Jitupasna.

Jitupasna di Kelurahan Tondo (Foto: Evan/ERCB)

Baca Lainnya : Libatkan Partisipasi Warga, ERCB Jawab Kebutuhan Air dan MCK di Pasigala

Fauzan, salah satu fasilitator ERCB yang melakukan Jitupasna di dua desa mengungkapkan, masyarakat antusias mengikuti Jitupasna karena dilibatkan dalam merumuskan kebutuhan di wilayah tempat tinggalnya. 

“Responnya (masyarakat) semangat untuk mengikuti jitupasna karena berharap wilayahnya mereka dapat disentuh oleh pihak-pihak yang akan membantu wilayahnya nantinya,” ujar Fauzan yang melakukan Jitupasna di Desa Loli Pesua dan Panau.

FGD di Desa Bolapapo untuk memetakan keadaan Desa pascagempa (Foto: Budi/ERCB)

Keterlibatan masyarakat dalam proses Jitupasna dinilai penting, karena dalam metode FGD warga dilibatkan saling mengungkapkan pemikiran maupun pendapat. Selain itu, jika nantinya ada program bantuan atau dampingan di desa tersebut maka dapat sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. 

Baca Lainnya : Misi Besar ERCB Terhadap Penyintas Anak-anak Sigi dan Donggala

Titik mengungkapkan, hasil Jitupasna yang dilakukan tim ERCB juga berguna untuk membantu pemerintah maupun pihak swasta lain yang akan melakukan pendampingan di desa tersebut.

Jitupasna di Desa Lampo (Foto: Evan/ERCB)

“Diharapkan dapat membantu pemerintah daerah dan pihak swasta lainnya dalam melakukan verifikasi dampak kerusakan dan perhitungan kebutuhan pascabencana. Jika seandainya kita hanya bisa di 3 desa, maka (lembaga) lain bisa membantu di desa lainnya melihat hasil jitupasna tim ERCB,” ujar Titik.

Adapun 7 lokasi desa yang telah dilakukan Jitupasna saat ini yaitu Kelurahan Panau, Kelurahan Tondo, Desa Loli Pada, Desa Lampo, Desa Tangkulowi, Desa Boladangko dan Desa Bolapapu. [NN]


 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: