Keren, Siswa di Sekolah Ini Belajar Sekaligus Jadi Pengusaha

TrubusNews
Karmin Winarta
27 Nov 2018   16:30 WIB

Komentar
Keren, Siswa di Sekolah Ini Belajar Sekaligus Jadi Pengusaha

Salah satu kegiatan siswa Dayah Entrepreneur (Foto : Tengku Muda)

Trubus.id -- Tak banyak sekolah yang menerapkan konsep pendidikan kurikulum pemerintah yang dikombinasikan dengan pemberdayaan. Di sekolah Dayah Entrepreneur ini selain belajar sesuai kurikulum pemerintah, semua siswa langsung praktek wirausaha agar mendapatkan keuntungan secara real. Keuntungan dari setiap kegiatan komersial ini dipakai untuk membiayai sekolahnya sendiri.

Dayah adalah sebutan lembaga pendidikan tradisional di Aceh. Konsep sekolah ini mirip pesantren. Salah satu foundernya, Tengku Muda mengatakan, sampai sekarang jumlah siswanya sebanyak 80 orang. Sebanyak 40 siswa tinggal di sekolah yang beralamat di Jl. Bireuen-Takengon KM 9 Gampong Beunyot Kecamatan Juli, Kabupaten Biruen, Provinsi Aceh. 

(Tengku Muda di tengah para siswa/Foto: Dokumen Pribadi)

"Misi kami memang ingin melahirkan generasi muda yang beriman, berjiwa mandiri dan memiliki kemampuan wirausaha (entrepreneurship), " katanya kepada Trubus.id beberapa waktu lalu. 

Baca Lainnya: Tak Mainstream, Pembelajaran Berbasis Alam dan Budaya di SD Kenalan, Magelang

Sekolah ini berdiri sejak tiga tahun lalu. Awalnya sekolah ini menumpang di gedung bekas bengkel yang tak terpakai. Namun sekarang telah memiliki lahan seluas 6 hektar. Menurut Tengku, saat ini sekolah ini mampu menampung 300 siswa. 

"Sebenarnya kita lebih membentuk mindset entrepreneurshipnya. Untuk merangsang para siswa, kita pancing dengan membangun unit usaha dengan melibatkan siswa dan guru-gurunya, "katanya.

Dalam mengembangkan bisnisnya, sekolah ini menyesuaikan dengan kondisi alam yang ada di Aceh, yakni pertanian, perkebunan dan peternakan. Menurut Tengku, di bidang pertanian, mereka mengarahkan pada bisnis hortikultura. Karena fasenya cukup pendek, sehingga anak-anak bisa belajar bisnis dengan proses yang cukup cepat. Beberapa produk yang telah dipasarkan ke publik diantaranya selain sayuran adalah kopi dan madu hutan.

Baca Lainnya: Pria Ini Berdayakan Santri dengan Program Santri Penyeduh

"Untuk kopi kita masih berkolaborasi dengan para petani kopi, belum dari kebun sendiri. Kita yang mengurus prosesnya, packaging dan pemasarannya, " terangnya. 

Untuk lebih mengembangkan bisnisnya, anak-anak dan guru juga membangun usaha jasa konveksi dan percetakan. Anak-anak dan guru banyak yang terlibat dalam bisnis ini.

Diharapkan nantinya para lulusan dari sekolah ini mampu menguasai salah satu bidang bisnis secara mandiri profesional melalui pemanfaatan sistem informasi & teknologi.

Keren kan?
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Babad Bina Swadaya, Awal Mula Berdirinya Bina Swadaya

Pendampingan   04 Agu 2020 - 15:15 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          

Peran Perempuan dalam Upaya Pemulihan Ekonomi Pasca Covid-19

Pendampingan   30 Juli 2020 - 16:14 WIB
Bagikan: