Libatkan Partisipasi Warga, ERCB Jawab Kebutuhan Air dan MCK di Pasigala

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
24 Nov 2018   12:00

Komentar
Libatkan Partisipasi Warga, ERCB Jawab Kebutuhan Air dan MCK di Pasigala

Agus, relawan ERCB pantau pembangunan MCK di Desa Langaleso (Foto : Trubus.id / Thomas Aquinus Krisnaldi)

Trubus.id -- Kendala ketersediaan air bersih dan keberadaan MCK yang telah rusak di beberapa titik lokasi pengungsian menjadi fokus tim Emergency Response Capacity Building (ERCB) di Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala).  Direncanakan, ERCB akan membangun MCK di 9 desa dan pemasangan pipa untuk akses air di 7 desa dengan melibatkan partisipasi warga. 

Agus, salah satu anggota tim ERCB yang bertanggung jawab di sektor WASH ERCB mengungkapkan, ditargetkan MCK dan pipa sudah terbangun di awal bulan Desember.

Selama proses pembangunan, warga juga dilibatkan untuk berpartisipasi karena kedepannya penggunaan MCK juga dapat dirawat  dan dimanfaatkan secara bersama. 

“Target sampai perkirakan minggu ke tiga Desember, namun kami pacu awal minggu Desember sudah selesai semua,” ungkap Agus.

Salah satu bentuk keterlibatan warga dapat dilihat di Kelurahan Panau, Palu, yang melibatkan pemuda Karang Taruna untuk membangun MCK di lokasi pengungsian.

"Sebenarnya di Panau (Karang Taruna) yang bangun bukan terdampak bencana (tsunami), namun justru bangun untuk warga yang mengungsi di tempatnya," ujarnya.

Pemuda Karang Taruna di Kelurahan Panau bantu pembuatan MCK (Foto: ERCB/Titiek)

Pembangunan MCK dan pipa untuk saluran air sebelumnya sudah ditentukan berdasarkan kajian awal yang dilakukan oleh tim ERCB.

Adapun pembangunan MCK tersebar di Kelurahan Panau, Palu, Desa Langaleso, Desa Loli Pesua, Desa Omu, Desa Tuva, Desa Salua, Desa Tangkulowi, Desa Bolapapu dan Desa Boladangko.

Sedangkan untuk perpipaan, tersebar di Kelurahan Panau, Palu, Desa Loli Pesua, Desa Omu, Desa Tuva, Desa Tangkulowi, Desa Bolapapu dan Desa Boladangko. 

Dalam proses pembangunan MCK, dibutuhkan beberapa tahapan proses untuk keberlanjutan dan kepastian bangunan MCK nantinya. Salah satunya adalah musyawarah yang dilakukan bersama Kepala Desa dan Kepala Dusun untuk memberikan penjelasan dan manfaat.

“Jadi memang sebelum menempatkan MCK, kami menyampaikan kepada calon-calon pemanfaat kami memberikan bantuan dengan prinsip bermanfaat dan tidak menimbulkan masalah. Jadi sebelum memilih lahan kami melakukan pendekatan dengan kelompok-kelompok tertentu,” ujarnya.

Sosialisasi pembangunan MCK kepada Kepala Desa Tuva (Foto: Trubus.id/Thomas Aquinus Krisnaldi)

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: