Kembangkan Pariwisata di Danau Toba, Kemenpar Gandeng Anak Milenial

TrubusPreneur
By Syahroni | Followers 2
24 Nov 2018   11:00

Komentar
Kembangkan Pariwisata di Danau Toba, Kemenpar Gandeng Anak Milenial

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Peranan anak-anak muda generasi milenial sudah tidak bisa dipandang sebelah mata. Berbekal kecanggihan teknologi yang mereka kuasai, segala hal bisa mereka raih. Karena itu juga generasi milenial ini banyak digandeng untuk menggali berbagai potensi di wilayah. Seperti yang dilakukan Kementerian Pariwisata ini contohnya.

Kemenpar saat ini tengah berupaya menggali potensi wisata tiga desa di sekitar Danau Toba, Sumut dengan menggandeng kaum milenial. Caranya dengan mengajak mereka ke desa untuk menggali potensinya. Tiga desa yang akan menjadi tujuannya antara lain adalah Onan Runggu I Sipahutar, Desa Sibandang Muara di Kabupaten Tapanuli Utara, Desa Meat Tampahan di Toba Samosir, dan Desa Sibandang di Pulau Sibandang. 

"Anak-anak muda ini nantinya akan menjadi tour travel masa depan untuk membuka paket-paket wisata yang menarik ke tiga desa ini. Kita akan berikan masukan untuk destinasi ini," ujar Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Sejarah, Religi, Tradisi dan Seni Budaya Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Tetty Ariyanto dalam keterangan tertulis, Jumat (23/11).

Baca Lainnya : Menpar: Pariwisata Negara Indonesia Tumbuh Melampaui Tetangga

Total ada 15 anak milenial yang ikut, serta 3 instruktur pembimbing, 1 agen travel Jakarta, dan 1 observer Singapura. Anak-anak milenial tersebut berasal dari Inspire Travel and Tourism Learning Centre Jakarta. Mereka menginap di homestay dan tinggal di tiga desa wisata tersebut.

Tetty mengatakan, anak-anak muda itu akan melaporkan tiga point yang didapat selama kunjungannya ke tiga desa. Adapun hal-hal yang jadi rekomendasi dari mereka adalah terkait standarisasi pengembangan homestay, standarisasi pengembangan desa wisata, dan pengembangan atraksi wisata.

"Nanti akan disimpulkan setelah mereka menginap di desa wisata tersebut dan akan dilaporkan kepada pembimbing. Mereka juga akan memberikan masukan kepada masyarakat sekitar terkait Sapta Pesona untuk pariwisata Indonesia," imbuh dia.

Sementara itu, Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Pariwisata Regional I Kementerian Pariwisata Lokot Ahmad Enda berharap semua peserta mampu memberikan masukan-masukan positif terkait pelayanan di homestay seperti prosedur reversasi, prosedur check-in, kebersihan homestay, penataan kamar, dan tata cara menghidangkan menu serta peralatan makan. 

"Nantinya akan berdampak positif kepada wisatawan. Mereka akan nyaman tinggal di homestay ketiga desa tersebut. Tuangkan semua ide dan saran versi anak milenial di homestay desa tersebut," kata Lokot.

Baca Lainnya : Peneliti LIPI: Infrastruktur Mampu Tingkatkan Devisa dari Sektor Pariwisata

Lokot juga berharap hasil standarisasi pengembangan desa wisata bisa menelaah lebih dalam terkait fungsi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai pusat reservasi dan manajemen desa wisata. Itu agar BUMDes bisa mengaktifkan fungsi tourist information center serta turunannya soal akomodasi, transportasi lokal, makan, dan pemandu wisata.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya sendiri mengakui dilibatkannya kaum milenial dalam acara tersebut agar mereka bisa menjadi pemandu dan melestarikan pariwisata di Tanah Air. Sebagai generasi yang melek digital, mereka juga dibutuhkan untuk promosi di ranah dunia maya. 

"Kita tidak bisa melawan zaman. Justru kita harus mengikutinya. Di masa sekarang, hampir semua memanfaatkan keunggulan digital, baik untuk kehidupan sehari-hari, atau sebagai pemandu perjalanan, dan banyak lagi fungsinya. Kaum-kamu milenial inilah yang nantinya akan melestarikan pariwisata. Karena pariwisata itu semakin dilestarikan semakin menyejahterakan," tutup Arief. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: