Roni Lahanda, Pebisnis Muda yang Menginspirasi Lewat Teripang

TrubusPreneur
By Karmin Winarta | Followers 0
19 Nov 2018   15:30

Komentar
Roni Lahanda, Pebisnis Muda yang Menginspirasi Lewat Teripang

Roni Lahanda, Finalis Duta Petani Muda 2018 (Foto : Roni Lahanda)

Trubus.id -- Kerupuk Teripang, mungkin Trubus Mania belum familiar dengan makanan yang berasal dari Aceh, tepatnya di Pulau Simeulue ini. Karena memang sampai saat ini kerupuk teripang hanya diproduksi di tempat ini. Satu-satunya di dunia. Di daerah lain, teripang diproduksi sebagai  keripik atau obat alami. 

Kerupuk Teripang kini sudah dipatenkan oleh penciptanya, yakni Roni Lahanda. Anak muda berusia 22 tahun ini memang telah beberapa tahun lalu menciptakan kerupuk yang berbahan dasar teripang. Kerupuk teripang ini juga telah ia patenkan.

Teripang atau timun laut (Holothuroidea) banyak ditemukan di perairan Simeulue. Namun banyak warga yang belum memaksimalkan potensi hewan laut ini. Hanya orang-orang pesisir yang mengetahui manfaat teripang. Melihat ini, Roni sebagai anak pulau ingin mengembangkan potensi alam yang melimpah ini.

Sejak tahun 2011 ia telah melakukan penelitain mengenai teripang ini. Dari hasil riset itu ditemukan, teripang di daerahnya selama ini hanya untuk diekspor ke luar negeri. Selain itu banyak orang tidak mau mengkonsumsi teripang karena rasanya yang tidak familiar dengan lidah indonesia. 

Baca Lainnya: Meybi Agnesya, Ubah Stigma Daun Kelor Jadi Makanan Mewah

Pulau Simeuleu selain penghasil teripang, lobster dan cengkeh juga menyimpan kekayaan lainnya yakni sagu. Dari situ ia mengombinasikan teripang dan sagu menjadi produk yang mempunyai nilai tambah.

Kepada Trubus.id, ia mengatakan, sagu merupakan bahan pangan alternatif pengganti nasi. Selain itu para petani sagu juga belum tergarap dengan baik. Hasil sagu di pulau ini belum dimanfaatkan secara maksimal oleh warga. Hasil prouksi sagu selama ini hanya dikonsumsi sendiri, belum diperjual belikan. 

"Jadi dua komuditas ini saya kembangkan menjadi sebuah produk yang mempunyai nilai tambah baru, jadilah kerupuk teripang, "jelasnya.

Dalam mengembangkan bisnisnya, Roni tetap menjaga ekosistem laut di Simeulue. Sampai sekarang para nelayan penangkap teripang masih memakai cara tradisional, yakni dengan cara menyelam ke dalam laut. Untuk mengantisipasi bahan baku teripang yang makin banyak diperlukan, ia berencana membudidayakan timun laut tersebut.

Pada 2017 ia melakukan ekspansi ke kota Banda Aceh. Di kota Serambi Mekah ini ia mendapat tantangan baru. Kualitas sagu di sini tidak sebagus yang dihasilkan di Pulau Simeulue. Akhirnya dia memutuskan mengganti sagu dengan tapioka. Ia berkolaborasi dengan para petani di Aceh untuk mengembangkan bisnisnya.

Baca Lainnya: Dengan Hidroponik, Sekarang Faris Sukses Jadi Petani Kekinian

Sampai saat ini ia baru bisa menghasilkan kerupuk teripang sebanyak 2500 bungkus per bulannya. Kerupuk ini ia pasarkan di wilayah Sumatra dan beberapa wilayah di Jawa dan beberapa wilayah Indonesia. Kerupuk teripang juga diminati di Malaysia, ia mengirim dua kali dalam sebulan. 

Keberhasilannya mengembangkan kerupuk teripang ini, Roni yang menamai produksinya kerupuknya dengan Mare'en ini terpilih menjadi 10 besar finalis Duta Petani Muda 2018. 

Ia menceritakan, ketertarikannya pada dunia bisnis memang sudah lama. Ia mengaku sejak kecil tak menyukai sesuatu yang sudah tersistem dan monoton. Karena itu ia enggan menjadi karyawan atau menjadi pegawai negeri sipil seperti teman-temannya.  Roni yang menyukai tantangan ini lebih memilih mengelola alam yang ada di sekitarnya. 

Ia pun kini sering memberikan pelatihan soal kewirausahaan ke sekolah-sekolah dan kampus. Khusus untuk pertanian, Roni baru melakukan dalam 3 bulan ini dengan bekerja sama dengan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: