Kurangi Produksi Sampah, DLH Jakarta Latih Warga Rusun Memilah Sampah

TrubusPreneur
By Astri Sofyanti | Followers 1
08 Nov 2018   22:30

Komentar
Kurangi Produksi Sampah, DLH Jakarta Latih Warga Rusun Memilah Sampah

Ilustrasi Bank Sampah (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jakarta Barat mengajak warga untuk mengurangi sampah yang nantinya akan diangkut ke Tempat Pembuangan Sampah Terakhir (TPST) Bantar Gebang dengan cara memilah sampah.

Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat Edy Mulyanto mengatakan, rencana pengurangan sampah ini akan dimulai dari hulunya, yaitu sampah-sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga.

"Kami mencoba membuat percontohan di setiap rumah sudah harus memilah sampah, makanya kami memberikan kantong untuk memilah sampah anorganik maupun sampah organik," kata Edy di Jakarta, Kamis (8/11).

Baca Lainnya : Pengolahan Sampah Canggih Sunter Dibangun Tahun Ini

Sebagai informasi, program percontohan tersebut terlaksana di Rusun Kebersihan, Cengkareng Jakarta Barat pada total 200 keluarga mulai Rabu (7/11). Setiap keluarga akan memisahkan sampah dapur dan rumah tangga antara organik dan anorganik.

Di setiap lantai Rusun tersebut juga telah disediakan tiga tong komposter yang fungsinya untuk membuat kompos cair dan kompos padat dari sampah organik yang telah dikumpulkan warga, total ada 30 tong komposter.

Tapi pihaknya hingga saat ini masih menunggu perkiraan berapa dampak pengurangan sampah yang dihasilkan dari seminggu berjalannya program tersebut.

"Setiap minggu akan kita timbang berapa pengurangan tonase sampah yang bisa dikurangi oleh rusun ini tiap lantainya dari pemilahan sampah itu," paparnya.

Baca Lainnya : Kementerian ESDM Himbau Program Sampah Jadi Listrik Dilaksanakan di Daerah

Lebih lanjut dikatakan Edy, pihaknya juga akan menangani sampah organik. Usaha pengurangan sampah tersebut sudah terwujud dengan program bank sampah yang tersebar sebanyak 777 unit di Jakarta Barat.

Menurutnya, program bank sampah ini dilakukan dengan cara mengajak warga mengumpulkan sampah anorganik untuk dijual kembali, dan hasil penjualannya dapat dimasukkan rekening bank sampah. 

“Sampah anorganik yang terkumpul di Jakarta Barat seharinya bisa mencapai 10 ton,” tambahnya lagi.

Baca Lainnya : Meraup Pundi Dari Inovasi Kader Bank Sampah

menurutnya, usaha pemilahan sampah yang dilakukannya merupakan buah hikmah dari kasus penahanan truk sampah dari DKI Jakarta yang menuju TPST Bantar Gebang. Ia pun berharap, program ini bisa menjadi percontohan se-Jakarta Barat.

“Kami sudah siap untuk memilah sampah. Jadi sudah tugas kami dan masyarakat untuk mengurangi, bukan lagi memindahkan sampah," tutupnya. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          

607 Infrastruktur Kaltim Dibangun dari Dana Desa

Binsar Marulitua   Pendampingan
Bagikan:          
Bagikan: