Dana Desa Selamatkan Tujuh Distrik di Papua

TrubusPreneur
By Binsar Marulitua | Followers 0
07 Nov 2018   21:15

Komentar
Dana Desa Selamatkan Tujuh Distrik di Papua

Ilustrasi dana desa. (Foto : Trubus.id)

Trubus.id -- Pendamping pengelolaan dana desa di Distrik Bpiri, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Markus Kerda mengungkapkan bahwa program dana desa cukup berhasil memajukan tujuh kampung di wilayah distrik tersebut.

"Masyarakat tujuh kampung itu memanfaatkan alokasi dana kampung (DAK) untuk mendorong kemajuan kampung," ujar Markus Kerda, Rabu (7/11).

Ia mengatakan, umumnya masyarakat tujuh kampung sepakat untuk mengalokasikan dana desa tersebut untuk pembangunan infrastruktur dasar yang bertujuan mendukung kesejahteraan bersama.

Baca Lainnya : Selain Dana Desa, Jokowi Akan Kucurkan Dana Kelurahan Tahun Depan

"Kegiatan fisk itu mereka buat rumah sehat, kantor kampung, padat karya, pustu. Kalau kegiatan pemberdayaan adalah untuk kebun, ternak, perikanan darat (kolam)," katanya.

Untuk pembangunan rumah sehat, tidak seluruhnya dibiayai oleh dana desa, sebab dana itu hanya dialokasikan untuk membantu warga yang sedang dalam tahap pembangunan rumah.

"Artinya kalau ada masyarakat yang mau membangun rumah dan sudah menyediakan bahan, maka akan dibantu lagi dana untuk melengkapi bahan-bahan yang kurang," katanya.

Tujuh kampung yang berada di Distrik Bpiri adalah Ayoma, Wandabaga, Kurunggu, Ililiga, Dlinggama, Longgopi dan Walakme.

Melalui program dana desa sebagai wujud perhatian pemerintah, warga sudah membangun kampung mereka dan salah satu kampung di sana berhasil menjadi juara lomba tingkat kampung dalam pengelolaan pemerintahan, pembangunan kampung.

Baca Lainnya : Jokowi Akan Prioritaskan Dana Desa untuk Pengembangan SDM

"Bahkan kemarin Kampung Dlinggama dapat juara lomba antarkampung, juara satu. Besok ada rencana mereka ke Jayapura untuk raker di provinsi," katanya.

Sebelumnya warga Kampung Waima di Distrik Pupugoba juga membangun pos obat dan pustu dengan menggunakan dana desa. Pembangunan pos obat dan pustu itu bertujuan untuk pemenuhan ketersediaan kebutuhan obat-obatan di sana. Warga juga secara swadaya memberikan upah Rp200 ribu kepada 12 orang kader yang bertugas di distrik dan pos obat serta pustu itu.

"Honor yang seperti ini sangat tidak manusiawi sehingga saya akan melihat agar ke depan, dalam pelayanan kesehatan harus diberikan upah yang setimpal," kata Wakil Bupati Jayawijaya, John R Banua seperti dilansir Antara. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          

607 Infrastruktur Kaltim Dibangun dari Dana Desa

Binsar Marulitua   Pendampingan
Bagikan:          
Bagikan: