Di Balik Viral Hutan Bambu Kekinian Bekasi yang Dahulu Tempat Melepas Lelah

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
06 Nov 2018   17:45

Komentar
Di Balik Viral Hutan Bambu Kekinian Bekasi yang Dahulu Tempat Melepas Lelah

Objek wisata Hutan Bambu (Foto : bersapedahan)

Trubus.id -- Dibalik pesona wisata Hutan Bambu di pinggir Kali Bekasi RW 26, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur ternyata dahulunya merupakan tempat melepas lelah Petugas Kebersihan Kali Bekasi atau Tim Katak Orange dari Dinas Lingkungan Hidup. Lokasi lahan kosong tersebut awalnya merupakan lahan milik warga setempat yang berisi pohon pisang dan sejumlah empang. Agar lebih nyaman beristirahat, maka Tim Katak Orange membersihkan sampah di lokasi tersebut.

"Awalnya memang tim katak Dinas Lingkungan Hidup suka istirahat disini. Mereka melihat daratan ini potensi jadi lokasi nongkrong buat warga sekitar. Pohon bambu yang ditaman juga awalnya agar tidak abrasi dari Kali Bekasi, semakin banyak bambu ternyata kok indah akhirnya tergagaslah untuk kembangkan wisata ini," ujar Ketua Forum Masyarakat Pecinta Kali Bekasi (FMPKB) Duddy.

Dikatakan Duddy, saung-saung maupun dermaga cinta dibuat dari sisa-sisa bambu milik warga maupun bambu yang hanyut di Kali Bekasi.

Baca Lainnya : Wujudkan Destinasi Wisata, IPB Lakukan Pendampingan Masyarakat di Pantai Muaragembong Bekasi

"Jadi lahan kosong itu mulai ditanami pohon bambu 5 tahun lalu, saung-saung juga baru dibangun 1 tahun terakhir ini. Kalau dermaga cinta itu ya baru beberapa bulan terakhir ini, kita cat semua warna-warni ya memang ini semua swadaya warga," ujarnya.

Keberadaan wisata Hutan Bambu ini dilakukan tanpa promosi dan informasi kepada masyarakat Kota Bekasi. Banyak warga mengatahui lokasi wisata tersebut dari obrolan mulut ke mulut maupun media sosial.

Menikmati Kali Bekasi dengan perahu (Foto: Istimewa)

"Ya ini sudah ada satu tahun lalu, tapi baru mulai booming ramai gini ya satu bulan ini. Sabtu Minggu saat ini bisa ramai, yang datang juga bukan warga sekitar sini saja. Ini semakin terkenal setelah di Walikota sama Wakil Walikota datang terus diekspose ke media sosial," katanya.

Muhamad Inan Maulana, salah satu anak pemilik lahan itu mengungkapkan lokasi wisata Hutan Bambu itu memiliki luas 8.000 meter persegi. Dirinya juga tidak mempermasalahkan akan pemanfaatan lahan milik orang tuanya itu sebagai kawasan wisata.

Baca Lainnya : Kulon Progo Kembangkan BUMDes Wisata, Seperti Apa? 

"Engga apa-apa dari pada dibiarkan tidak terpakai. Kalau ramai pengunjung kan bisa jadi peningkatan ekonomi warga sekitar, toh banyak saudaranya juga ikut berjualan," ujarnya.

Menurutnya, jika kedepannya kawasan wisata ini dikelola oleh Pemerintah Kota Bekasi dirinya juga tidak mempermasalahkan.

Saung di Hutan Bambu (Foto:barsepehan)

"Ini kan masuknya gratis, paling bayar parkir saja sama kalau mau naik perahu. Kalau ini Pemkot yang kelola juga tidak apa-apa, asal tetap ada bagi hasil sama kami pemilik lahan," ujarnya.

Kini , Hutan Bambu memiliki berbagai fasilitas yang bisa dinikmati pengunjung mulai saung-saung yang cocok dijadikan tempat berkumpul dengan teman atau keluarga, hingga spot-spot yang bagus untuk berfoto.

Baca Lainnya : Dongkrak Kunjungan Wisatawan, Pemerintah Siapkan Skema KUR Pariwisata

Ada 'Dermaga Cinta yang terbuat dari bambu yang menjadi spot menarik pengunjung datang untuk berfoto. Di 'Dermaga Cinta' itu dicat dengan warna-warni ditengahnya ada bambu berbentuk hati yang cocok dijadikan spot forto kekinian bagi anak muda.

Keberadaan Hutan Bambu di Bekasi menjawab bahwa kreatifitas dan kemauan bisa mengatasi segala tantangan. Daerah yang sering terkena banjir karena berada tepat di pinggir Kali Bekasi dirubah menjadi hutan bambu yang cantik dan adem.

Para pengunjung juga bisa menikmati jelajah Kali Bekasi dengan membayar Rp10 ribu menggunakan perahu. Selain itu ada juga rumah pohon, taman dan juga kandang burung Jalak Nias yang menambah ke asri dan keteduhan Hutan Bambu ini. 

Tentunya jika pengunjung merasa lapar, maka bisa juga menikmati jajanan seperti ketoprak, soto, gado-gado maupun cemilan lainnya. Bahkan, di Hutan Bambu ini juga dilengkapi fasilitas Wi-Fi Gratis. [NN]

 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          

607 Infrastruktur Kaltim Dibangun dari Dana Desa

Binsar Marulitua   Pendampingan
Bagikan:          
Bagikan: