Wisata Sungai Sejuta Ikan Bawa Desa Jambu Raih Penghargaan Anugerah Desa 2018

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
06 Nov 2018   17:15

Komentar
Wisata Sungai Sejuta Ikan Bawa Desa Jambu Raih Penghargaan Anugerah Desa 2018

Wisata Sungai Sejuta Ikan (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Kepedulian Pemerintah Desa Jambu, Kayenkidul terhadap lingkungannya memang terbilang tinggi. Hal tersebut berhasil dibuktikannya bersama warga yang menyulap sungai kotor dan padat jamban menjadi bersih yang berisi sejuta ikan. Kini, dampak positif yang dirasakan secara langsung adalah warga mempunyai pola pikir hidup sehat dan komitmen menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat. Bahkan, sungai kecil yang melewati rumah warga kini menjadi lokasi wisata dan mendapat penghargaan Anugerah Desa 2018.

Kini, sungai kecil di sekitar rumah warga Dusun Kedungcangkring, Desa Jambu, Kecamatan Kayenkidul, Kediri dipenuhi beragam ikan di sepanjang 100 meter aliran sungainya. Ada ikan koi, tombro, komet, dan beberapa ikan lainnya yang memiliki warna kuning, oranye, merah hingga hitam.

Sejuknya suasana juga didukung dengan suara kicauan burung bersamaan dengan teduhnya pohon disekitarnya. Sungai yang memiliki lebar sekitar dua meter ini diketahui sebelumnya berada di antara kawasan tanah kosong yang ditumbuhi semak belukar liar. Namun pada akhir tahun 2016 kondisinya mulai berubah.

Baca Lainnya : Upaya Menciptakan Desa-Desa Wisata di Kecamatan Silahisabungan

“Dulu daerah sini kotor, kumuh, banyak jamban warga. Termasuk tempat pembuangan sampahnya warga juga. Dan lingkungannya cenderung angker,” ujar Agus Joko Susilo, Kepala Desa (Kades) Jambu.

Langkah awal Agus mengubah sungai dilakukan dengan musyawarah dusun (musdus) bersama warga setempat. Agus menginginkan desanya tidak sekadar untuk wisata, melainkan juga mampu membentuk karakter warga agar memiliki pola hidup yang bersih dan sehat.

Wisata sungai sejuta ikan di Desa Jambu

Hal tersebut cukup berasalan karena desa ramai dikunjungi wisatawan lokal hingga wisatawan asing. Atas dasar itulah Agus bertanya kepada warga, bagaimana kalau wisatawanmelihat kondisi desa wisata ternyata memiliki sungai yang kotor dan di sepanjang sungainya terdapat jamban-jamban yang ditutupi banner bekas.

Baca Lainnya : Peran BUMDes dalam Mengembangkan Desa Wisata

“Bongkar saja Pak jambannya. Itu kata-kata warga saat saya gambarkan kondisi mendatang. Dari situ kami sepakat mengambil langkah dan kesepakatan bersama,” terangnya.

Usaha Agus pun disambut positif. Menurutnya dalam aksi membersihkan sungai kecil  tidak menuai pro-kontra. Yang tergambar justru semua warga semangat untuk menjaga lingkungan dan kebersihan masing-masing. Lingkungan yang bersih diharapkan berdampak positif secara menyeluruh, terutama untuk anak-anak untuk kembali bermain di alam.

Anak-anak menikmati ikan di sungai

Dijelaskan Agus, proses pembersihan sungai dibutuhkan waktu selama 15 hari berturut-turut. Setelah sungai cukup bersih dan pemasangan kawat pembatas ikan baru mulailah diisi dengan bibit-bibit ikan hasil dari swadaya masyarakat yang saat ini sudah mampu berkembang biak dan menambah jumlah ikan di sana.

“Ini juga dulunya kolam kosong, hanya ada genangan airnya. Sekarang jadi tempat perkembangbiakan ikan-ikan,” ujar Agus.

Baca Lainnya : Wujudkan Destinasi Wisata, IPB Lakukan Pendampingan Masyarakat di Pantai Muaragembong Bekasi

Karakter warga yang mulai berubah diwujudkan pada suatu ketika, warga mengadukan terdapat ikan yang melompat dari sungai ke daratan dan dikembalikan lagi ke sungai. Contoh nyata dan sederhana itulah, Agus mengapresiasi kepedulian warga untuk lingkungannya yang membuahkan hasil di Anugerah Desa 2018 Kabupaten Kediri.

Sungai yang gratis dikunjnugi bagi siapa saja itu saat ini dikelola badan usaha milik desa (BUMDes). Namun, bila digabungkan dengan paket wisata edukasi dengan dua destinasi lain di Desa Jambu, wisatawan dikenakan biaya Rp15 ribu per orangnya.

“Hasil uang dari wisata sungai sejuta ikan ini dibagi dua, untuk BUMDes dan warga setempat,” ujar Agus.

Baca Lainnya : Kulon Progo Kembangkan BUMDes Wisata, Seperti Apa? 

Bahkan, di sekitar sungai dimanfaatkan pemuda setempat untuk berkreasi mempercantik lingkungan di sekitar sungai sekaligus menikmati keindahan alam.

Agung Hariyono, salah satu pemuda setempat mengakuinya dengan dekorasi sekitar sungai menambah keindahan lingkungannya. “Ayunan bambu, kursi dari rangkaian akar dan batang ini sampai dinding anyaman bambu dengan tambahan properti camping ini kreasi kami untuk menambah keindahan lingkungan sekitar sungai,” paparnya.

Kini sungai yang dia kelola bersama teman-temannya tidak hanya sejuk dipandang mata. Namun, juga digunakan untuk terapi dengan merendam kaki ke sungai, bahkan mandi bersama ikan-ikan yang biasanya dilakukan anak-anak. Selain itu, pengunjung juga bisa memberi makan ikan dengan harga pakan senilai Rp2 ribu per bungkusnya. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          

607 Infrastruktur Kaltim Dibangun dari Dana Desa

Binsar Marulitua   Pendampingan
Bagikan:          
Bagikan: