Pria Ini Berdayakan Santri dengan Program Santri Penyeduh

TrubusPreneur
By Karmin Winarta | Followers 0
03 Nov 2018   12:46

Komentar
Pria Ini Berdayakan Santri  dengan Program Santri Penyeduh

Santri Penyeduh (Foto : Ulinnuha)

Trubus.id -- Pernahkah Trubus Mania membayangkan minum di kedai kopi dengan barista bersarung lengkap dengan pecinya? Pemandangan unik ini bisa ditemui di Kafe Salkopi yang berada di Komplek Pondok Pesantren TQ Salsabila, Dukuh Babakan Desa Tuwel Kecamatan Bojong, Tegal,  Jawa tengah.

Di Kafe Salkopi ini semua pegawainya adalah para santri yang ada di pondok pesantren tersebut. Ide ini berawal dari seorang santri yang bernama Ulinnuha. Pria ini adalah salah satu guru di pondok pesantren TQ Salsabila. Sejak kecil ia belajar di pesantren lalu kuliah di Cirebon. 

Ketertarikannya membuat kafe berawal dari kesukaanya nongkrong dan minum kopi di kafe. Ia pun belajar mengenai kopi ke beberapa kota. Selain itu sebagai alumni pesantren ia merasa kurang menguasai bagaimana caranya menjadi enterpreneur. Karena itu agar para santri sekarng tak seperti dirinya,  ia menciptakan kafe Salkopi untuk mengedukasi para santri yang sedang belajar.

Respon sangat santri sangat antusias. Para santri merasa menemukan sesuatu yang baru. 

Namun tidak semua santri bisa belajar berbisnis di Salkopi. Sampai sekarang baru sekitar 15 santri terpilih yang terlibat di kafe Salkopi. Mereka ini kemudian disebut dengan Santri Penyeduh. Namun tugas utama mereka tetap belajar dan ngaji. Kegiatan Santri Penyeduh tidak boleh mengganggu kegiatan utamanya.

Baca Lainnya: Kuningan Kreatif, Gaya Mandiri Anak Muda Milenial dalam Membangun Kampung

Santri penyeduh terbentuk pada April 2017. Selain untuk mengedukasi, Santri Penyeduh ingin mengubah stigma tentang santri dan barista yang sering dianggap dua kutub yang berlawanan.

"Santri Penyeduh adalah Santri yang punya mentalitas barista; barista yang memiliki spirit santri, " katanya kepada Trubus.id Sabtu (3/11).

Para Santri Penyeduh ini tak hanya piawai menyajikan kopi dengan kualitas baik, namun juga mempunyai keahlian menanam dan meroasting. Selain itu beberapa Santri Penyeduh juga menjadi pembicara dalam forum-forum yang berkaitan dengan kopi, entah oleh pesantren, bahkan oleh dinas terkait.

Baca Lainnya: Pelabuhan Coklat, Tempat Nongkrong Kekinian Pertama di Sumba

Saat ini Santri Penyeduh telah berkolaborasi dengan beberapa petani kopi yang ada di lereng Gunung Slamet. Di kafe ini juga menyediakan biji kopi untuk beberapa pelanggan di kota lain. Mulai dari Tegal, Cirebon sampai di Sulawesi.

Santri Penyeduh sengaja membranding kopi-kopi mereka berdasarkan nama kampung tempat menanamnya. Bukan berdasarkan kota besarnya seperti Tegal, Brebes atau Pemalang.

(Ulinnuha, founder Salkopi)

"Salah satu misi kami adalah mengangkat kopi lokal. Sehingga kami merilis produk-produk kopi berdasarkan nama kelurahan, misalanya kopi Dawuhan, Kalisari, Gunungsari dan lainnya.

Tampaknya tantangan Santri Penyeduh untuk mempopulerkan kopi cukup besar, karena Tegal sebelumnya lebih identik dengan tanaman teh. Namun mereka tak menyerah begitu saja.

Sampai saat ini Santri Penyeduh telah berkolaborasi dengan tiga kelompok tani. Kedepan Salkopi dengan Santri Penyeduhnya akan melakukan roadshow mengedukasi para santri di bidang bisnis kopi. Semuanya kegiatan itu gratis, tanpa biaya.

Semoga sukses ya. 

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Rizquna Studio 03 Nov 2018 - 13:32

Mantap! Semoga manfaat dunia akhirat....

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Gerbang Desa, Jalan Keluar Kemiskinan di Jabar

Thomas Aquinus   Keuangan Mikro
Bagikan: