Singgih S. Kartonosang: Potensi Lokal di Desa adalah Masa Depan Bangsa

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
02 Nov 2018   10:30

Komentar
Singgih S. Kartonosang:  Potensi Lokal di Desa adalah Masa Depan Bangsa

Singgih S. Kartonosang (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Perancang sepeda bambu asal desa Kandangan, Temanggung, Jawa Tengah, Singgih S. Kartonosang melihat desa sebagai sebuah inspirasi dan masa depan Indonesia. Kecintaannya terhadap desa sangat tinggi karena mampu menciptakan sebuah produk yang membawa dirinya sampai ke negeri sakura Jepang. 

"Saya lulusan Design Produk ITB dari desa Kandangan Temanggung Jawa Tengah usia 50 tahun melihat Desa sebenarnya tempat masa depan kita," ujar Singgih S. Kartonosang perancang Sepeda Bambu yang dapat Gold Award G-mark (Good Design Award 2018) Jepang, Kamis (1/11).

Singgih berpendapat, desa mempunyai potensi yang sangat besar jika digarap dengan serius. Salah satu potensi desa yang dimanfaatkan Singgih telah diwujudkan dalam produk radio kayu hasil ciptaannya. Menggunakan konsep eco product, produk Singgih menjadi mempunyai nilai tambah. Semua materi yang dipakai untuk produk ini didapatkan dari tanaman yang tumbuh di kampung halamannya. Kayu sonokeling, misalnya, diambil dari Magelang.

Baca Lainnya : Revitalisasi Desa Bina Swadaya Mempengaruhi Pencapaian SDGs di Indonesia

”Saat ini saya melakukan pembibitan tanaman yang dibutuhkan dalam usaha ini,” ujarnya. 

"Radio kayu yang saya buat 2005 sebenarnya dari tugas akhir kuliah saya yang melihat sebenarnya Indonesia punya sumber alam yang sangat besar di desanya sendiri, itulah ide awal menciptakan radio kayu saat itu." lanjutnya.

Radio kayu karyanya mulai dikenal ketika dia menang dalam ajang kompetisi desain internasional. Salah satunya adalah pada 2007, dimana karya Singgih termasuk  yang diundang untuk mengikuti pameran dan meraih 2nd Award dalam Kompetisi desain internasional yang berpusat di Seattle, USA.

Radio bambu (Instagram: spedagibamboobike)

Selain radio kayu, menyusul kursi kayu dan rotan pada tahun 2013 dan tahun lalu (2017) Sepeda Bambu karyanya mendapat Gold Award G-Mark Jepang.

"Sepeda Bambu dibuat oleh semacam yayasan Spedagi yang merupakan simbol gerakan untuk mengajak anak-anak muda tinggal di desa untuk berkreasi lebih baik lagi dengan materi alam yang ada di desa kita masing-masing," ujarnya.

Dikatakan Singgih, kursi kayu dan rotan yang saat ini dipamerkan di Tokyo merupakan karya pribadi, pesanan dari perusahaan Jerman yang diproduksi di Indonesia. Sedangkan radio kayu buatan perusahaannya yang bernama CV Piranti Works.

Baca Lainnya : Bambang Ismawan Kenalkan Gerakan Revitalisasi Desa Bina Swadaya kepada Menteri Desa

"Dengan passion tentang desa, sebenarnya Indonesia punya material alam potensi yang besar dan kuat sebagai modal untuk sebuah produk, memunculkan desain yang baik pula," tegasnya.

Layaknya Sepeda Bambu yang mengambil dari potensi lokal sebenarnya sudah diperkenalkan pula di AS dan Eropa.

"Kita ini seperti Rabun. Yang dekat kita tak bisa lihat keistimewaannya. Yang jauh malah dilihat dicari," katanya.

Sepeda bambu (Instagram: spedagibamboobike)

Revitalisasi Desa

Singgih dengan semangat menghimbau, perlunya Revitalisasi Desa agar semuanya ikut terangkat maju pada akhirnya. Salah satu cotohnya adalah dengan sebuah produk sepeda dapat membuat perubahan sosial yang sangat maju.

"Desa merupakan akar sebuah bangsa dan bisa memberikan kontribusi bukan hanya dalam negeri tetapi juga pada isu global bagi dunia," ujarnya.

Berkaca pada yang terjadi di Jepang, Singgih mellihat saat ini Jepang mengalami keterpurukan di desanya. "Negara ini (Jepang) rapuh tampaknya karena desa sudah kosong," pungkasnya.

Selama berkarya Singgih telah menerapkan prinsip-prinsip keberlangsungan (sustainability) dengan memperhatikan faktor lingkungan, atau lebih dikenal sebagai konsep green design. Dalam mengembangkan produk radio kayu ‘Magno’, Singgih menekankan fungsi produk dengan mengetengahkan unsur-unsur reducing, reusing, dan recycling dengan selalu mempertimbangkan pelestarian lingkungan.

Apa yang dilakukan dirinya telah memberikan kontribusi yang tidak ternilai kepada pemberdayaan kearifan lokal, pelestarian lingkungan dan kesejahteraan ekonomi rakyat. Biasanya produk-produk yang menerapkan green design kurang begitu laku di pasaran. Hebatnya hal ini tidak berlaku bagi 

[NN]

 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: