Bambang Ismawan Kenalkan Gerakan Revitalisasi Desa Bina Swadaya kepada Menteri Desa

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
31 Okt 2018   18:30

Komentar
Bambang Ismawan Kenalkan Gerakan Revitalisasi Desa Bina Swadaya kepada Menteri Desa

Bambang Ismawan dan Menteri Desa Eko Putro Sandjojo bicarakan pemberdayaan desa (Foto : Dok Bina Swadaya)

Trubus.id -- Konsep Gerakan Revitalisasi Desa (GRD) yang telah dilakukan Bina Swadaya selama 2 tahun (April 2016-Februari 2018) di Batang mulai diperkenalkan kepada Menteri Desa, Eko Putro Sandjojo di Kementerian Desa PDTT, Rabu (31/10). Hadir dalam diskusi tersebut, pendiri Bina Swadaya Bambang Ismawan mengungkapkan, pertemuan tersebut membicarakan kemungkinan menyatukan program yang dilakukan oleh Pemerintah dan Bina Swadaya.

“Pertemuan bahas tentang pembangunan desa, menggerakkan perekonomian desa, jadi kami menghubungkan menggerakkan ekonomi desa. Bagi Bina Swadaya membangun desa tidak hanya sekedar ekonomi, tapi juga sosial, kemudian lingkungan hidup, dan budaya. Dan itu kami laporkan kepada beliau berhubungan dengan Gerakan Revitalisasi Desa,” ujar Bambang Ismawan kepada Trubus.id.

Bambang Ismawan menjelaskan, GRD yang dilakukan oleh Bina Swadaya secara prinsip mirip dengan program pemerintah yaitu SDGs.

Baca Lainnya : Dana Desa Mengubah Lapangan Pinggir Sawah Menjadi Bertaraf FIFA

“Keduanya sebenarnya garap di bidang yang sama, kalau SDGs ditambah dengan pembangunan hukum. Kalau Bina Swadaya juga memperjuangkan itu, tapi yang diperjuangkan kebebasan dari masyarakat untuk melakukan usaha-usahanya, terkait dengan kearifan lokal,” jelas Bambang Ismawan.

Jika dilihat lebih jauh, Bambang mengungkapkan antara SDGs dengan GRD Bina Swadaya walaupun secara prinsip sama namun berbeda karakter. 

“Sebenarnya dari kami Bina Swadaya, karena GRD dari bawah, dan SDGs dari atas, bahkan dari PBB. Nah, ini perlu disambung, yang nyambung ini harapan kami adalah Kementerian Desa,” ujarnya. 

Pada kesempatan tersebut, Menteri Eko juga menyampaikan hasil program pemberdayaan desa yang telah dicapai selama ini. Sementara itu, Bambang Ismawan juga menampilkan hasil GRD Bina Swadaya selama di Batang. “Selama satu jam berdialog, kami bertukar pikiran intens sekali,” kata Bambang.

Sebelumnya, sebanyak 10 desa yang tersebar di 9 Kecamatan dari 15 Kecamatan yang ada saat ini menjadi lokasi berlangsungnya GRD di Batang. Di setiap desa direkrut 2 orang pendamping yang bertugas menumbuhkembangkan KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat), selanjutnya membentuk Koperasi Serba Usaha (KSU) dan BUMDesa. Pada akhir kegiatan uji coba, di Batang telah terbentuk 100 KSM yang beranggotakan sekitar 2.000 keluarga dan 10 BUMDes.

Baca Lainnya : Dana Desa Sukses Entaskan Desa Tertinggal Sebanyak 8.035

Dari hasil dialog bersama, Bambang Ismawan juga menyimpulkan membangun desa di level menteri unit kerjanya ada pada di tingkat kabupaten, berbeda dengan yang dilakukan Bina Swadaya.

“Kalau Bina Swadaya kan unit kerjanya ada di tingkat desa. Kalau Bina Swadaya agregat yang di pakai itu desa dan mengutamakan keterlibatan masyarakat kecil,” katanya.

Pada kesempatan tersebut Menteri Desa, Eko Putro Sandjojo juga menyampaikan bahwa pemberdayaan desa yang dilakukan oleh pihaknya saat ini telah menjadi perhatian dunia.  Bahkan, dikatakannya pada pertemuan IMF dan Bank Dunia di Bali beberapa waktu lalu banyak delegasi yang tertarik dengan konsep dan pelaksanaan pembangunan desa di Indonesia, karena itu bank dunia mengundang 25 negara untuk belajar mengembangkan daerah di desa.[NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          

607 Infrastruktur Kaltim Dibangun dari Dana Desa

Binsar Marulitua   Pendampingan
Bagikan:          
Bagikan: