Hadapi Bonus Demografi, Kemenperin Ciptakan Wirausaha Muda Kreatif

TrubusNews
Thomas Aquinus
25 Okt 2018   18:00 WIB

Komentar
Hadapi Bonus Demografi, Kemenperin Ciptakan Wirausaha Muda Kreatif

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Kementerian Perindustrian terus menelurkan para wirausaha muda di sektor industri kreatif. Apalagi, ekonomi kreatif mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Selain itu, upaya ini untuk mengambil peluang dari momentum bonus demografi yang akan dinikmati Indonesia.

“Pada tahun 2030 nanti, Indonesia diprediksi mengalami masa bonus demografi, yakni penduduk usia produktif mencapai 64 persen dari total jumlah penduduk sebesar 297 juta jiwa. Oleh karena itu, perlu dipersiapkan pengusaha-pengusaha muda yang juga siap menghadapi era revolusi industri 4.0,” ujar Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kemenperin, Gati Wibawaningsih di Jakarta. 

Industri kreatif di Indonesia mencatatkan kontribusi yang terus meningkat terhadap produk domestik bruto (PDB) dalam tiga tahun terakhir. Pada tahun 2015, sektor ini menyumbang sebesar Rp852 triliun, sedangkan pada 2016 mencapai Rp923 triliun, dan bertambah menjadi Rp990 triliun di 2017. Sedangkan yahun 2018 diproyeksi tembus hingga Rp1.000 triliun.

Baca Lainnya : Langkah Pemerintah Antisipasi Bonus Demografi Tahun 2030

“Dalam rangka menyiapkan pengusaha muda di bidang ekonomi kreatif, Direktorat Jenderal IKM melalui Bali Creative Industry Center (BCIC) menyelenggarakan program Creative Business Incubator (CBI),” ungkap Gati. BCIC kali ini akan difokuskan pada pemberian pelatihan dan bimbingan untuk wirausaha muda sektor industri kriya dan fesyen.

Tercatat ada tiga subsektor yang memberikan sumbangsih besar terhadap ekonomi kreatif, yakni industri kuliner sebesar 41,69 persen, disusul industri fesyen sebesar 18,15 persen, dan industri kriya sebesar 15,70 persen. Dalam upaya pengembangan industri kreatif nasional, Kemenperin memiliki tugas untuk fokus membina subsektor kriya, fesyen, film, animasi dan video, serta aplikasi dan pengembangan permainan

Baca Lainnya : Bonus Demografi, Pemerintah Bidik Generasi Milenial Kembangkan Bisnis Koperasi

Gati mengungkapkan, dalam pelaksanaan CBI tahun 2018, Ditjen IKM Kemenperin bekerjasama dengan Business Venturing and Development Institute (BVDI) Prasetya Mulya. Proses rekrutmen dilaksanakan secara terbuka melalui media sosial dan program Creative Talk dengan mengundang pelaku industri kreatif seperti Brodo, Duanyam, Antea Tigra, Ni Luh Djelantik, Angel Investor Network Indonesia (ANGIN) dan perwakilan dari BVDI Prasetya Mulya.

“Pelaku usaha kreatif yang mendaftar program ini sebanyak 425 orang, kemudian dilakukan seleksi untuk mendapatkan 49 orang yang memasuki tahap wawancara baik secara offline ataupun online dan kemudian dipilih sebanyak 26 pengusaha muda terbaik yang mengikuti program ini,” katanya.

Diketahui  26 pelaku IKM kreatif pemula yang mengikuti program ini, berasal dari wilayah Jabodetabek, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan. Mereka akan mendapat materi mengenai pengembangan bisnis.

“Tahapan ini cukup krusial mengingat banyak pelaku usaha kreatif pemula yang sudah mampu menjalankan usahanya namun masih mengalami kendala ketika akan meningkatkan kapasitas usahanya,” ujarnya.

Baca Lainnya : Industri Kreatif Berpeluang Menjadi Tulang Punggung Ekonomi Indonesia

Program ini akan dilaksanakan dalam dua tahap, yakni dilakukan melalui sesi camp di Jakarta mulai tanggal 21 Oktober sampai 15 Desember 2018 dan program pendampingan (coaching) yang bakal digelar pada tahun 2019 selama satu tahun.

Dikatakan Gati, langkah strategis ini merupakan wujud kolaborasi antara pihak pemerintah, pengusaha dan akademisi dalam perencanaan dan pelaksanaan programnya.

"Misalnya, dalam menyusun kurikulum dan pelaksanaan program, kami melibatkan tim dari salah satu institusi pendidikan bisnis terbaik di negeri ini karena kami ingin memberikan pendidikan bisnis yang terbaik juga bagi pengusaha muda industri kreatif di Indonesia," tutupnya. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Kemendes PDTT Bagikan 7.021 Sertifikat Kepada Warga Transmigran

Pendampingan   13 Des 2019 - 08:55 WIB
Bagikan: