Baru 20 Persen IKM di Sumbar yang Manfaatkan Marketplace

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
25 Okt 2018   09:30

Komentar
Baru 20 Persen IKM di Sumbar yang Manfaatkan Marketplace

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di Sumatra Barat diketahui belum banyak yang memanfaatkan marketplace untuk memasarkan produknya. Berdasarkan catatan Pemerintah Provinsi Sumbar, baru 20 persen dari sekitar 280 ribu pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di Sumbar yang sudah terhubung dengan marketplace perdagangan daring yang sudah banyak tersedia. 

Menjawab permasalahan tersebut, Pemprov Sumbar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan melakukan kerja sama dengan salah satu penyedia marketplace yakni Bukalapak untuk memberi pelatihan kepada pelaku UMKM dan IKM di Sumbar.

Wakil Gubernur Sumatera Barat mengungkapkan program e-smart IKM ini akan menghubungkan pelaku UMKM dan IKM dengan startup yang bergerak di bidang niaga-el. Pelaku UMKM dan IKM bisa menawarkan produk mereka melalui marketplace yang sudah dikerjasamakan oleh pemerintah, salah satunya Bukalapak.

Baca Lainnya : BPOM Larang Pelaku UMKM Urus Izin Edar Produk Lewat Calo

"Jadi IKM ini tak perlu tawarkan produk ke warung-warung lagi. Nanti bisa ditawarkan di Bukalapak. Dengan cara ini, jangkauan pasar lebih luas dan penjualan bisa meningkat," ujar Nasrul, Rabu (24/10).

Hingga saat ini, sektor UMKM dan IKM sendiri menguasai 85 persen jenis usaha di Sumatra Barat. Sebagian besar IKM bergerak di sektor kuliner dan jasa pariwisata. Banyaknya masyarakat yang bergerak di usaha kecil tersebut diyakini menjadi modal kuat bagi Sumbar untuk bertahan dari resesi dan gejolak ekonomi domestik.

"Kita tidak banyak industri besar, namu IKM kita banyak dan ini mendorong ekonomi kita," kata Nasrul.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan program e-smart IKM optimis bisa memperluas pasar produk idustri rumahan yang kerap kesulitan menjangkau pasar di luar provinsi. Namun dirinya mengakui masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah, yakni standardisasi produk IKM. Selama ini, masih pelaku IKM yang belum mendapat pemahaman yang sama terkait penjagaan mutu produk yang dijual.

Baca Lainnya : Mau Tarik Konsumen Lewat Jualan Online? Ini Tips Buat Pelaku UMKM

"Strategi kita, melatih kemampuan dalam rangka bagaimana meningkatkan hasil usaha. Seperti pelatihan Bimtek ini. Agar produk yang dihasilkan lebih baik," kata Asben.

Penggerak Pelapak dari Tim Bukalapak Erwin Santoso mengungkapkan, bahwa kerja sama dengan Pemprov Sumbar adalah bagian dari target pemerintah untuk mewujudkan kepemilikan produk unggulan di setiap provinsi di Indonesia. Targetnya pada 2020, seluruh daerah memiliki produk unggulan yang bisa ditawarkan di marketplace. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Gerbang Desa, Jalan Keluar Kemiskinan di Jabar

Thomas Aquinus   Keuangan Mikro
Bagikan: