Aset Hingga Rp4 Miliar, Ini Rahasia Sukses Koperasi di Bandung

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
22 Okt 2018   09:00

Komentar
Aset Hingga Rp4 Miliar, Ini Rahasia Sukses Koperasi di Bandung

Sudarman bersama pengurus KSP Sejahtera Mandiri (Foto : Dok LPDB KUMKM)

Trubus.id -- Kehidupan Pasar Cicadas, Bandung, yang identik dengan para preman dan rentenir bukan hambatan berdirinya Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Sejahtera Mandiri. Bahkan, menariknya para preman dan rentenir tersebut berhasil menjadi cikal bakal berdirinya koperasi.

"Banyak pertentangan dan persinggungan di sini. Tapi itu hanya bulan-bulan pertama pembentukan koperasi di tahun 2004 lalu," ujar Bendahara KSP Sejahtera Mandiri, Sudarman di Bandung.

Dengan pendekatan yang dilakukan kepada kedua pihak tersebut, KSP Sejahtera Mandiri mampu menjaring pedagang, preman serta renternir untuk menjadi anggota. Bahkan, saat ini, koperasi tersebut beranggotakan sekitar 600 orang dan dapat mengumpulkan aset lebih dari Rp4 miliar.

Baca Lainnya : Bonus Demografi, Pemerintah Bidik Generasi Milenial Kembangkan Bisnis Koperasi

Sudarman mengaku, pinjaman dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (LPDB KUMKM) berperan besar pada perkembangan para pedagang. Apalagi menjelang Ramadan, para pedagang akan mengambil pinjaman dana lebih banyak dari biasanya.

Awalnya KSP Sejahtera Mandiri mendapat pinjaman senilai Rp125 juta dari LPDB KUMKM. Pinjaman tersebut berhasil dikembalikan sesuai waktu yang ditentukan. Selanjutnya, dikatakan Sudarman, koperasi mengajukan pinjaman kedua sebesar Rp350 juta, namun hanya disetujui sebesar Rp150 juta.

Dijelaskannya, perputaran dana koperasi dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan anggota, namun dibutuhkan waktu yang lama. Karena itu Sudarman ingin LPDB bisa memberikan pinjaman lebih besar lagi kepada koperasinya.

Baca Lainnya : Koperasi Solusi Pemerataan Perekonomian Nasional

"Kami ingin menjadi koperasi mandiri dengan modal yang kami miliki sendiri. Namun itu tidak gampang dan kami tetap butuh bantuan dari pihak ketiga yang memiliki bungan rendah dan itu hanya dari LPDB," katanya.

Selaini itu, Sudarman juga meminta agar LPDB dapat memberikan kemudahan dan mempercepat proses pencarian pinjaman bagi koperasi yang telah memiliki catatan baik tersebut. "Kami yang telah dua kali meminjam dan mengembalikan dengan cepat, seharusnya bisa dipercepat juga pencarian untuk pinjaman berikutnya," ujarnya. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Gerbang Desa, Jalan Keluar Kemiskinan di Jabar

Thomas Aquinus   Keuangan Mikro
Bagikan: