Konsep Baru CEF 2018 Terbukti Mampu Pasarkan Produk UKM Cirebon

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
22 Okt 2018   08:00

Komentar
Konsep Baru CEF 2018 Terbukti Mampu Pasarkan Produk UKM Cirebon

Batik Cirebon (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Pagelaran Ciayumajakuning Enterpreneur Festival (CEF) 2018 telah terbukti mampu membuka peluang kerja sama produk usaha kecil menengah (UKM) khas Cirebon dengan pembeli dari luar daerah. Salah satunya adalah Pengelola Pusat Oleh-Oleh Brawijaya Malang, Tamsil Ainnur Rizal yang tertarik dengan produk UKM dari khas Cirebon. 

"Kita tertarik bekerja sama dengan beberapa UKM, khususnya batik dan makanan ringan yang sangat khas dari Cirebon," ujarnya.

Rizal mengungkapkan produk UKM Cirebon memang sangat menarik. Dirinya sudah melakukan penjajakan kerja sama dengan beberapa UKM agar bisa dipasarkan lebih luas lagi. Namun dikatakan Rizal, walaupun hasil produknya sudah baik, kemasan produk para UKM Cirebon masih terbilang sederhana dan belum menarik,.

"Sisi packaging masih sederhana dan harapannya bisa lebih diperbaiki lagi, agar bisa menarik konsumen lebih banyak lagi," katanya.

Baca Lainnya : Asian Games 2018 Berhasil Tingkatkan Pendapatan UKM Hingga Lebih dari 60 Persen

Tamsil sendiri akan membawa enam produk dari Cirebon untuk dipasarkan di tempat pusat oleh-oleh yang dikelolanya. Dari enam produk tersebut, salah satunya adalah produk olahan mangga.

“Karena di Malang identik dengan olahan buah, di sana ada apel, dan di sini ada mangga sepertinya menarik untuk dipasarkan. Namun, pekerjaan rumahnya adalah kontinuitas dari produk ini karena mangga menjadi buah yang musiman, kami harap kontinuitas dari produk ini bisa berjalan sesuai yang diharapkan,” jelasnya.

Sementara itu, pembeli lain asal Bali, Eka mengaku datang ke CEF 2018 7 memang ingin melihat produk UKM. Dirinya bahkan sudah menemukan beberapa barang yang akan diangkut ke Bali.

"Saya sudah menemukan beberapa produk UKM yang di Bali tidak ada dan akan saya bawa kesana untuk dipasarkan," katanya.

Baca Lainnya : Kemenkop UKM Fasilitasi 18 Produk Koperasi Go Internasional di Ajang TEI

Tidak ketinggalan, Manager Pengembangan Mirota Batik Jogjakarta, Parji Ronowijoyo mengapresiasi UMKM di Cirebon yang memiliki potensi pasar luar biasa khususnya untuk batik. Dirinya bahkan sudah tertarik dengan Batik Ciwaringin. Menurutnya, motif dari Batik Ciwaringin memiliki kekhasan tersendiri dibandingkan batik lain. Pihaknya pun telah memiliki beberapa perjanjian dengan beberapa UMKM di Cirebon khususnya batik. 

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Abdul Majid Ikram menambahkan ajang CEF 2018, bertujuan untuk memasarkan produk UKM yang berada di wilayah kerjanya dengan mengundang pembeli luar daerah.

"Dalam CEF kali ini kami akan mengundang beberapa pembeli dari berbagai daerah, agar bisa hadir dan bertemu langsung dengan para UKM," ujarnya.

Baca Lainnya : Minahasa Tenggara Serius Kembangkan UKM Produk Lokal

Majid menjelaskan pada CEF 2018 ini berbeda dengan CEF dua tahun lalu yang fokus terhadap promosi saja. Namun untuk CEF saat ini, BI Cirebon lebih meningkatkan lagi pemasaran produk dengan mengundang pembeli agar bisa bertemu langsung.

"Tahun ini lebih meningkat, tidak masalah promosi tapi ke pemasaran dan salah satu kegiatan utamanya yaitu bisnis mecing ini sangat penting," tuturnya. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Gerbang Desa, Jalan Keluar Kemiskinan di Jabar

Thomas Aquinus   Keuangan Mikro
Bagikan: