Bonus Demografi, Pemerintah Bidik Generasi Milenial Kembangkan Bisnis Koperasi

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
19 Okt 2018   15:00

Komentar
Bonus Demografi, Pemerintah Bidik Generasi Milenial Kembangkan Bisnis Koperasi

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Kemajuan teknologi digital menjadi salah satu faktor perubahan besar bagi dunia ekonomi Indonesia. Tidak terkecuali bagi perkembangan Koperasi dan UKM, namun generasi milenial masih tidak tertarik terjun di sektor bisnis Koperasi.

Plt Deputi Bidang SDM Kementerian Koperasi dan UKM, Rulli Nuryanto mengatakan, pada 2020 Indonesia akan mengalami bonus demografi, dengan kondisi penduduk Indonesia yang sebagian besar akan diisi oleh generasi muda atau usia produktif. Menurutnya, ini menjadi perhatian bagi semua pihak, khususnya pemerintah.

"Maka untuk memanfaatkan bonus demografi ini, kita juga harus menyiapkan cukup lapangan bagi mereka untuk berkreasi dan menggali potensi yang ada di dirinya," ujarnya.

Baca Lainnya : Koperasi Solusi Pemerataan Perekonomian Nasional

Dikatakannya, jika generasi muda tidak diberikan ruang maka akan berdampak negatif. Bonus demografi menjadi keunggulan Indonesia banyaknya usia produktif, namun perlu di pertimbangkan ke depannya juga harus disiapkan karena mereka akan menjadi usia tidak produktif.

Untuk itu, dalam membangkitkan koperasi di kalangan milenial, Rulli menyatakan, koperasi sudah seharusnya diisi oleh anak-anak muda yang produktif dan kreatif. Namun disisi lain, ini juga menjadi kendala yang masih sulit diselesaikan, mengingat minimnya pemahaman mengenai koperasi di kalangan milenial.

Menurutnya, secara pengembangan bisnis, koperasi sebenarnya memiliki posisi yang sama dengan PT, yaitu dapat melakukan ekspor, bergerak di bidang industri kreatif dan melakukan usaha-usaha yang sama seperti yang dilakukan PT.

"Koperasi juga memiliki nilai tambah, yaitu koperasi bisa memiliki PT, namun PT tidak bisa memiliki koperasi. Di dalam perusahaan, koperasi karyawan tidak dapat dinyatakan milik perusahaan, melainkan milik karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut," terang Rulli.

Baca Lainnya : Kemenkop UKM Fasilitasi 18 Produk Koperasi Go Internasional di Ajang TEI

Dikatakan Rulli, sebenarnya saat ini kalangan muda telah menggarap koperasi melalui perguruan tinggi seperti koperasi mahasiswa. Namun koperasi mahasiswa lebih kepada pembelajaran semata bukan lini bisnis.

"Yang kita inginkan, koperasi berkembang seperti perusahaan dengan badan usaha lain. Bisa kok koperasi. Seperti kita lihat ada Kospin Jasa yang sudah melantai di bursa efek Indonesia, koperasi karyawan Telkomsel dan lain sebagainya," ujar Rulli.

Koperasi harus mengikuti perkembangan teknologi. Seperti rapat anggota yang dapat memanfaatkan teknologi informasi sehingga tidak harus hadir. Bisa dibayangkan kalau rapat anggota, semua berkumpul, biayanya juga mahal.

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Gerbang Desa, Jalan Keluar Kemiskinan di Jabar

Thomas Aquinus   Keuangan Mikro
Bagikan: