Herwita S. Rosalina: Menjadi Petani Organik Mendekatkan Tujuan Hidup Saya

TrubusPreneur
By Karmin Winarta | Followers 0
18 Okt 2018   11:00

Komentar
Herwita S. Rosalina: Menjadi Petani Organik Mendekatkan Tujuan Hidup Saya

Herwita S. Rosalina (Foto : Istimewa)

Wita, nama panggilannya, sangat menikmati aktivitas di kebun miliknya. Menurutnya ketika bekerja di kebun, ia bisa menjadi dirinya sendiri, menuangkan imajinasi dalam ide-ide kreatif dengan sepenuh hati.

Ia menyadari, sebagai petani tantangan yang dihadapi cukup berat. Salah satunya adalah mengubah mindset para petani yang menganggap petani adalah pekerjaan remeh yang mengandalkan kekuatan fisik semata. 

Baca Lainnya: Dengan Hidroponik, Sekarang Faris Sukses Jadi Petani Kekinian

Padahal sebenarnya justru sebaliknya. Menurutnya, menjadi petani juga dituntut untuk bisa mempunyai ide-ide kreatif dan mental yang kuat.

Selain itu mayoritas petani saat ini kondisinya sangat tergantung pada tengkulak, sehingga harga jual produk yang dihasilkan murah, bahkan kadang tidak bisa dipakai untuk menutup biaya produksi.

Hal ini dianggap Wita sebagai salah satu faktor kenapa profesi petani dianggap tak punya masa depan, sehingga tak terjadi regenerasi.  

Karena itu ia mengedukasi para petani di wilayahnya. Saat ini ia membina dua kelompok petani muda yang beranggotakan 15 orang. Dan dua kelompok wanita tani yang masing-masing anggotanya 20 - 30 orang.

Bentuk edukasi yang ia lakukan berupa sharing informasi mulai dari ilmu dasar soal pertanian sampai pada membimbing dan membentuk pola usaha pertanian organik. Sehingga usaha pertaniannya dapat mandiri dan berkelanjutan.

Produk hasil pertanian organik di kebunnya yang ia namai Twelve's maupun dari petani-petani binaan, dipasarkan ke beberapa wilayah di Surabaya, Sidoarjo dan Mojokerto. Ia menjual langsung ke konsumen. 

"Sebagian besar adalah end-user: ibu rumah tangga, ibu muda, wanita-wanita karier, dan ada juga cancer survivor. Selebihnya ke supermarket di Surabaya.

Rencananya ia akan terus berjuang untuk semakin memajukan potensi pertanian dan sumber daya manusia, terutama anak muda dan perempuan yang ada di desa Claket melalui pertanian organik.

Karena aktivitasnya ini, perempuan yang ngefans sama Bu Risma, walikota Surabaya ini menjadi salah satu finalis Duta Petani Muda 2018.  

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: