Koperasi Solusi Pemerataan Perekonomian Nasional

TrubusPreneur
By Thomas Aquinus | Followers 2
17 Okt 2018   12:00

Komentar
Koperasi Solusi Pemerataan Perekonomian Nasional

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Kementerian Koperasi dan UKM menegaskan koperasi memiliki peranan peranan strategis dalam mewujudkan pemerataan ekonomi bagi masyarakat. Hal ini sejalan dengan program Presiden Jokowi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi untuk memberikan pemerataan kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan.

"Solusi yang tepat untuk melakukan pemerataan ekonomi dan pendapatan masyarakat adalah melalui koperasi. Pertumbuhan ekonomi berada di level 5 persen sudah cukup bagus. Pertanyaan berikutnya sudahkah merata. Tentunya ini tugas koperasi dan UKM yang punya peran strategis untuk pemerataan ekonomi," ujar Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Meliadi Sembiring dalam sambutan pada peringatan Hari Koperasi Daerah (Harkopda) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ke-71.

Dikatakan Meliadi Sembiring, Kemenkop dan UKM melakukan tiga langkah strategis sesuai arahan Presiden untuk melakukan reformasi total koperasi dan UKM. Pertama yaitu, reorientasi koperasi yang mengorientasikan pemberdayaan koperasi kepada kualitasnya, bukan lagi pada kuantitas koperasi. 

Baca Lainnya : Kemenkop UKM Fasilitasi 18 Produk Koperasi Go Internasional di Ajang TEI

"Sebanyak 40.103 koperasi yang dibubarkan. Kita melakukan pembenahan data base. Sejak dulu koperasi itu sudah tidak aktif. Dari keseluruhan jumlah koperasi sebanyak 212.570 unit koperasi pada tahun 2014, saat ini telah berkurang menjadi 152.714 koperasi," kata Meliadi.

Berdasarkan data koperasi, saat ini terdapat 230 koperasi aktif di Kota Tangsel. Dikatakan Meliadi, kalau Program Serbuk (Satu Koperasi Seribu Anggota UKM) bisa berjalan di Kota Tangsel, maka branding Kota Tangsel sebagai Kota Koperasi tidak diragukan lagi.

"Dari 230 koperasi aktif, kita harus fokus. Lalu dikalikan seribu anggota UKM maka menjadi 230.000 UKM yang terbina oleh koperasi. 230.000 UKM bisa mendorong perekonomian masyarakat Tangsel," ujar Meliadi Sembiring.

Baca Lainnya : Peran Koperasi Dinilai Menkop UKM Mampu Cegah TKI Ilegal ke Luar Negeri

Untuk itu saat ini kata Meliadi, pemerintah terus melakukan pembinaan untuk pengembangan koperasi. Hal tersebut dilakukan guna menciptakan koperasi yang omzetnya mencapai puluhan triliun. Salah satu contoh sukses koperasi yaitu ada yang sudah masuk bursa efek, bahkan sekarang sudah ada koperasi yang telah membeli saham Bank BRI Syariah.

"Saat ini memang Koperasi Simpan Pinjam (KSP) terlihat cukup dominan. Ke depan, KSP harus bisa merambah ke sektor riil. Misalnya tadi, satu KSP bisa punya anggota seribu usaha sektor riil. Oleh karena itu, koperasi wajib punya 'Spin off' atau punya anak-anak usaha di sektor riil," kata Meliadi.

Program Serbuk

Sementara itu, Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany Airin Rachmi Diany menekankan bukan hanya KSP saja yang terlihat menunjukkan kemajuan, namun dia berharap koperasi sektor riil bisa terus berkembang dan maju.

Dirinya menilai, program Serbuk atau satu koperasi seribu UKM seperti yang telah disampaikan Menteri Koperasi dan UKM beberapa waktu lalu bisa terus didorong oleh seluruh pemangku kepentingan di Kota Tangsel.Untuk itu, Airin menegaskan dibutuhkan kolaborasi dan skill merupakan hal penting dalam mewujudkan koperasi yang berkualitas, bukan lagi menekankan kuantitas.

Baca Lainnya : Warga Semen Gresik Kembangkan Koperasi Kekinian

"Tiga permasalahan utama yaitu permodalan, akses keterampilan dan pemasaran harus menjadi fokus kita semua. Kami sebagai fasilitator dan katalisator tentu berharap akses pembiayaan seperti LPDB biasa terus didorong di Tangsel. Kami di Tangsel juga membuat BPR Syariah, targetnya seluruh koperasi dan pelaku usaha Tangsel sudah punya sertifikat sehingga tidak lagi mengalami kendala permodalan," ujar Airin.

Pihaknya juga menambahkan, jajarannya akan mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) membeli 2 batik khas Kota Tangsel yang diproduksi sendiri oleh pelaku usaha batik Tangsel.[NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Gerbang Desa, Jalan Keluar Kemiskinan di Jabar

Thomas Aquinus   Keuangan Mikro
Bagikan: