Meybi Agnesya, Ubah Stigma Daun Kelor Jadi Makanan Mewah

TrubusPreneur
By Karmin Winarta | Followers 0
17 Okt 2018   11:00

Komentar
Meybi Agnesya, Ubah Stigma Daun Kelor Jadi Makanan Mewah

Meybi Agnesya Lomanledo (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Daun kelor (Moringa oleifera) di Jawa dikaitkan dengan dunia mistis. Sementara di Kupang, NTT, daun yang kaya nutrisi ini identik dengan makanan orang miskin. Kelor adalah benteng pertahanan terakhir warga ketika tak ada lagi makanan yang bisa dimakan.

Oleh karena itu harga daun kelor segar di Kupang, satu ikat hanya dihargai lima ribu rupiah saja. Harga jual hasil produksi petani rata-rata memang dihargai sangat rendah. Karena itu Meybi Agnesya Lomanledo berusaha mengangkat stigma daun kelor yang murah menjadi makanan yang mempunyai nilai lebih.

Sejak tahun lalu, perempuan yang mempunyai akun Instagram @meybi.agnesya ini menciptakan makanan atau snack yang berbahan dasar daun kelor. Setelah melakukan beberapa eksperimen, akhirnya ia memutuskan untuk menciptakan coklat kelor. Ia sengaja memilih daun kelor karena dirinya telah akrab dengan daun kelor sejak kecil di Kupang,  tempat tinggalnya.

Baca Lainnya: Dengan Hidroponik, Sekarang Faris Sukses Jadi Petani Kekinian

Saat ini ia sedang berkolaborasi dengan produsen daun kelor di Blora, Jawa Tengah. Kepada Trubus.id, ia mengatakan, sekarang  dirinya belum mampu memproduksi daun kelor sendiri. 

"Karena daun kelor harus langsung diproses maksimal 4 jam setelah dipetik, katanya, Selasa (17/10).

Ia menciptakan beberapa varian produk coklat kelornya dengan mencampur rempah-rempah Indonesia. Misalnya dengan menambahkan ekstrak kayu manis, jahe atau cabe untuk mendapatkan cita rasa spicy.

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Irman M Muharam 17 Okt 2018 - 22:09

Keren juga daun kelor, terpinggirkan tapi gizinya banyak.

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Gerbang Desa, Jalan Keluar Kemiskinan di Jabar

Thomas Aquinus   Keuangan Mikro
Bagikan: