Yogyakarta Miliki 64 Produk Warisan Tak Benda Indonesia

TrubusPreneur
By Binsar Marulitua | Followers 0
15 Okt 2018   16:45

Komentar
Yogyakarta Miliki 64 Produk Warisan Tak Benda Indonesia

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat sebanyak 64 produk yang ada di empat kabupaten dan kota provinsi ini telah mendapat pengakuan pemerintah sebagai warisan budaya tak benda Indonesia.

"Sekarang ini, sampai dengan tahun 2018, di DIY ada sebanyak 64 pengakuan atau mendapat sertifikat warisan budaya tak benda," kata Wakil Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) DIY, Singgih Raharjo di Kabupaten Bantul, Senin (15/10).

Tetapi, kata Singgih, produk warisan budaya yang sudah disajikan dan disosialisasikan kepada masyarakat DIY hingga saat ini baru 37 produk. Pasalnya sebanyak 27 produk lainnya baru beberapa waktu lalu mendapat pengakuan.

Baca Lainnya : TBBO Sawahlunto Terus Berbenah Menuju Situs Warisan Budaya Dunia

Ia mengatakan, sertifikat pengakuan warisan budaya tak benda untuk 27 produk itu diserahkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI kepada Gubernur DIY pada awal Oktober 2018, dan kemudian diserahkan ke bupati dan wali kota masing-masing.

"Yang 37 produk itu diperoleh tahun 2017 ke belakang, nah tentu ini tidak hanya kuliner, dan bagian dari 37 yang sudah kita dapatkan itu ada kerajinan, keterampilan dan ada produk budaya lain dari sisi pakaian," katanya.

Singgih menjelaskan, upaya dari pemerintah untuk mengenalkan warisan budaya tak benda itu salah satunya dengan pameran produk, baik kuliner maupun keterampilan yang sudah dapat pengakuan warisan budaya tak benda di akhir pekan lalu.

Baca Lainnya : Sah, Seni Pinisi Resmi jadi Warisan Budaya Dunia

"Sehingga masyarakat harus tahu itu, selain itu juga untuk mengedukasi masyarakat agar (produk warisan budaya) menjadi kebanggaan atau ciri khas masyarakat khususnya di DIY," katanya.

Ia mengatakan, salah satu wilayah yang belum lama menjadi lokasi pameran warisan budaya adalah Desa Pleret, sebab salah satu desa di Bantul itu mempunyai nilai penting bagi berdirinya Keraton Ngayogyokarto Hadiningrat.

"Sehingga dengan itu kami `sekali dayung dua pulau terlampaui`, dari sisi memenuhi kolektifnya tentang Jogja, kemudian sosialisasi tentang warisan budaya yang sudah dapatkan sertifikasi. Ini penting untuk kita sosialisasi ke masyarakat," katanya. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

KKP Tebar 20.000 Benih Ikan Mas di Kupang

Binsar Marulitua   Peristiwa
Bagikan:          
Bagikan: